24 November 2019, 11:26 WIB

Musim Hujan Tiba, Mentan Tanam Jagung di Tulungagung


mediaindonesia.com | Ekonomi

DOK KEMENTAN
 DOK KEMENTAN
Mentan Syahrul Yasin Limpo (tengah depan).

Kementerian Pertanian (Kementan) mulai melakukan gerakan tanam jagung seiring dengan masuknya musim hujan beberapa wilayah sentra produksi. Kali ini, Sabtu (23/11/2019), Kementan bersama pemerintah daerah Tulungagung dan 3 ribu petani menanam jagung di lahan seluas 850 hektare di Desa Besole, Kecamatan Besuki, Tulungagung.

Hadir juga dan ikut menanam jagung, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi; Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Sarwo Edhy; Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Sugianto; dan Ketua Tani Hutan (KTH) Agro Makmur Lestari, Mukalam.

Mukalam mengatakan kegiatan penanaman jagung tersebut dilakukan di area lahan perhutanan sosial. Hal ini merupakan bentuk nyata implementasi dari sinergitas antar-kementerian.

“Kegiatan ini merupakan sinergitas antar-kementerian seperti yang diharapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi, red),” katanya di sela kegiatan tanam jagung.

Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Sugianto menjelaskan, di samping produksi padinya yang melimpah, Kabupaten Tulungagung juga merupakan sentra jagung. Pada 2019 ini diperkirakan akan ada surplus jagung sebesar 240 ribu ton. 

“Luas panen jagung di bulan Januari sampai Oktober kemarin saja ada sekitar 45 ribu hektare dengan produktivitas yang tinggi sekitar 6,34 ton per hektare," ujarnya.

Menurutnya, apa yang dicapai petani hingga saat ini berkat dukungan pengawalan yang intensif dari petugas dinas, petugas penyuluh maupun TNI. Di Tulungagung, banyak peluang lahan yang bisa dimanfaatkan untuk jagung, yakni lahan perhutani, perkebunan dan tadah hujan.

Di 2019, Tulungagung mendapat banyak bantuan dari Kementan. Seperti benih padi sebanyak 76 ribu ton dan benih jagung sebanyak 131 ribu kg untuk lahan seluas 8.794 hektare. 

Selain itu, bantuan juga berupa alat mesin pertanian seperti power thresher dan unit pengolahan hasil, total senilai lebih dari Rp270 miliar. 

“Ini sudah sangat banyak dan kami sangat berterima kasih atas perhatian pemerintah selama ini, makanya kami undang dari Kementan kemari untuk menyemangati petani jagung di sini," tutur Sugianto. 

Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi mengatakan meskipun di Tulungagung ini sentra jagung, namun demikian perlu adanya preferensi tanaman lain. Menurutnya, masih banyak komoditas pangan yang bisa dikembangkan terutama pangan alternatif yang harganya juga tak kalah menggiurkan.

"Dan saya minta petani yang menanam jagung di lahan perhutanan sosial agar menggunakan pupuk organik, integrasi tanaman, tumpangsari tanaman berkayu, penghijauan, dan kelestarian lingkungan sehingga usaha pertanian bisa berkelanjutan," terangnya.

Di sisi lain, Suwandi pun mengajak petani untuk terus mengembangkan kelembagaan taninya dengan membentuk lembaga ekonomi. Alasannya agar petani bisa menjadi price maker bukan price taker. 

“Petani itu harus bersatu, kalau bersatu pasti kuat dan bisa mengembangkan usahanya bisa dapat pinjaman KUR di bank mana saja. Ini bisa jadi modal usaha pengembangan pertanian,” jelasnya.

"Selain itu, perlu di tiap kecamatan agar mengembangkan sistem Komando Strategis Pertanian (Kostra Tani, red), sehingga seluruh informasi dan seluruh gerakan pertanian di lapangan dengan wadah simpulnya ada di kostra tani kecamatan," sambung Suwandi.

Dirjen Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Sarwo Edhy mengajak petani untuk ikut asuransi. Petani tidak usah ragu-ragu ikut asuransi karena kegiatan tani ini penuh risiko, seperti ada hama, penyakit, banjir, dan kekeringan. 

"Kalau ikut asuransi pasti diganti kalau ada gagal panen. Petani cukup bayar Rp38 ribu per hektare per musim. Dan nanti kalau kena gagal panen digantinya Rp 6 juta per hektare,” ujarnya.

"Saat ini tidak hanya padi saja yang punya asuransi. Namun ternak juga bisa dengan biaya penggantian sebesar Rp10 juta per ekor jika ternaknya hilang atau mati," pintanya.

Apa yang disampaikan jajaran Kementan sesuai keinginan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. Mentan mengajak seluruh insan pertanian untuk mensukseskan pembangunan pertanian, karena menjadi suatu keharusan menyangkut daya tahan negara hanya bisa diwujudkan kalau mampu meningkatkan daya tahan pertanian. Daya ketahanan pangan menjadi ukuran hadirnya sebuah negara.

Pada kesempatan tersebut Kementan juga memberikan apresiasi atas kerja keras petani dengan memberi bantuan benih padi, benih jagung, bibit kopi dan penyerahan kartu tani untuk 5 kelompok tani. Juga memberikan bantuan alat mesin psrtanian berupa traktor, pompa air, power thresher, dan alat pengolah kopi. (RO/OL-10)

BERITA TERKAIT