24 November 2019, 08:30 WIB

Pemuda Islam Dunia Lakukan Pertemuan


Melalusa Susthira K | Politik dan Hukum

MI/ADAM DWI
 MI/ADAM DWI
Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Komjen Dharma Pongrekun.

WAKIL Ketua MPR RI Hidayat Nurwahid menyampaikan apresiasinya kepada kaum pemuda dari negara-negara ­anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dalam acara pembukaan Indonesia Islamic Young Leaders Summit (IIYLS) 2019. Ia mengapresiasi tekad pemuda Islam yang bersatu untuk memberikan sumbangsih dan kontribusi dalam ­wadah forum pemuda internasional.

“Forum yang sangat baik, memungkin­kan pemimpin-pemimpin muda dari negara-negara OKI saling bertukar pendapat dan pengalaman. Kegiatan ini akan memberikan tonggak penting bagi masyarakat dari organisasi pemuda di bawah OKI,” katanya di Gedung Nusantara V, Kompleks MPR DPR RI, Jakarta, kemarin.

Menurut Hidayat, forum pemuda ­internasional ialah wadah yang sangat penting untuk dimaksimalkan, terlebih para pemuda saat ini yang semakin terbuka dengan gerbang internasional. Menurutnya, forum pemuda seperti ini dapat membuka berbagai peluang dan membantu menyelesaikan berbagai ­permasalahan global bersama.

“Kalau ini jadi arus besar, kita akan bisa melayangkan dunia yang lebih baik melalui moderasi beragama, menghadirkan masyarakat yang unggulan dengan pengalaman yang bisa mereka saling gali, saling mereka berikan dari sesama aktivis organisasi pemuda di bawah OKI,” tuturnya.

Seraya dengan Hidayat, Menteri Agama Fachrul Razi juga memberi apresiasi atas terselenggaranya pertemuan pemuda Islam internasional dengan baik. Saat memberi pidato, Fachrul ­memberikan suri teladan Nabi Muhammad yang menurutnya masih relevan dengan generasi milenial saat ini untuk dapat menjadi pemimpin yang amanah.

“Islamic Young Leader Summit ini dihadiri pemimpin-pemimpin muda Islam tingkat dunia. Kemudian, karena waktu 5 menit saya contohkan tentang kepemimpinan Rasulullah. Pemimpin itu harus menerima saran, juga harus cerdas, jujur, dan adil. Supaya nanti ke depan kalau mereka memimpin ­enggak ada lagi mudah-mudahan korupsi,” ­paparnya. (Uca/P-4)

BERITA TERKAIT