23 November 2019, 21:37 WIB

Bahan Baku Cangkul Cibatu Diimpor dari Korea Selatan


Antara | Ekonomi

Antara
 Antara
Pedagang menata kepala cangkul impor asal Tiongkok yang dijual di salah satu toko pertanian di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

PENGUSAHA logam Cibatu, Jawa Barat, mengakui masih harus mengimpor bahan baku untuk membuat cangkul.

Hal itu diungkapkan oleh pengusaha logam Cibatu Asep Rohaendi atau Asro di sela-sela kunjungan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki, Sabtu (23/11).

Asro menjelaskan, bahan baku cangkul harus diimpor dari Korea Selatan. Namun, perajin di Cibatu ini juga ada yang memanfaatkan drum bekas untuk diolah menjadi alat pertanian ini.

Diakuinya harga cangkul dari Tiongkok jauh lebih murah karena diproduksi massal. Sehingga, dia berharap kedatangan Menkop UKM ke Sukabumi ini bisa menjadi solusi bagi perajin cangkul di Kabupaten Sukabumi mulai dari penyediaan bahan baku, pemasaran hingga penguatan modal usaha.

Teten Masduki menilai cangkul yang diproduksi perajin logam di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, lebih berkualitas dibandingkan produk impor dari Tiongkok.

"Dari hasil kunjungan langsung ke bengkel produksi cangkul di Cibatu, Kecamatan Cisaat, saya sempat membandingkan kualitas cangkul produksi perajin daerah di sini dengan cangkul impor dari Tiongkok. Hasilnya kualitas cangkul perajin Cibatu jauh lebih berkualitas," katanya.

Menurut dia, cangkul yang dibuat perajin logam Cibatu bentuknya lebih bagus halus dan lebih lebar. Sementara, cangkul dari Tiongkok permukaannya kasar, kecil dan kemungkinan tidak bisa tahan lama.

Baca juga: Petani Tolak Kebijakan Cangkul Impor

Tidak hanya itu, ternyata di daerah lain pun kualitas cangkulnya sangat baik jika dibandingkan dengan impor. Maka dari itu, pihaknya menginginkan tidak ada lagi impor cangkul ke Indonesia karena produk karya anak bangsa lebih mumpuni.

Baca juga: Presiden: Urusan Pacul Masa Harus Impor

Teten mengatakan, saat ini yang masih menjadi kendala adalah cangkul yang dibuat perajin dalam negeri khususnya dari Cibatu belum sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Sehingga, pihaknya akan mencarikan melakukan berbagai pembinaan sekaligus pelatihan untuk perajin cangkul agar produksinya sesuai standar.

"Kami ingin mendongkrak skala produksi cangkul produk UMKM ini karena, tugas utama saya sebagai Menkop UKM adalah menjaga keberadaan pelaku UKM agar tetap bisa berkarya dan pendapatannya terus meningkat," tambahnya. (X-15)

BERITA TERKAIT