23 November 2019, 17:01 WIB

Aminuddin: Menteri Jalankan Visi-Misi, Stafsus Teman Diskusi


M. Iqbal Al Machmudi | Politik dan Hukum

MI/DEDE SUSIANTI
 MI/DEDE SUSIANTI
Staf Khusus Presiden Aminuddin Ma'ruf

STAF Khusus Presiden yang baru saja diangkat Aminuddin Ma'ruf mengaku tidak memiliki office hours atau jam kerja. Nantinya, akan dimanfaatkan untuk membuka ruang diskusi dengan pemuda dan masyarakat.

"Kita (staf khusus) gak ada office hours senin sampai jumat untuk menyebar diskusi dengan pemuda, santri, aktivis, dan lainya," ungkap mantan Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) tersebut di kawasan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (23/11).

Diketahui Presiden baru mengangkat 7 orang staff khusus dari kalangan milenial. Pembagian staf khusus presiden sendiri ada tiga bagian. Pertama, yaitu juru bicara presiden.

Baca juga: Staf Khusus Presiden Diminta Fokus

Kedua, milenial grup yang baru saja dilantik dan terkahir ialah bicara dengan kelompok strategis. Namun, staf khusus tidak memiliki kewenangan apapun hanya memberikan second opinion kepada presiden.

"Kalau menteri menjalankan visi dari Presiden. Kalo staf khusus menjadi teman diskusi memberikan second opinion kepada presiden contoh saya diberikan amanat komunikasi dan intens dengan kelompok strategis seperti santri, mahasiswa, dan milenial," ujarnya.

"Kewenangan kami tidak mempunyai kewenangan ekseskusi. Staf khusus dari bahwa kami anak muda jangan terjebak birokrasi yang ribet. Anak muda harus bekerja cepat, tepat, produktivitas inovasi," imbuhnya.

Diketahui, tugas utama dari staf khusus presiden ialah memberikan inovasi kepada presiden. Selanjutnya, dirinya mencontohkan rencana inovasi yang diberikan kepada Presiden Joko Widodo terkait kartu pra kerja.

"kita sudah rapat melihat program pra kerja secara garis besar untuk menyusun gagasan kartu pra kerja menjadi efek dikalangan adalah pra lerja diusia rentan kerja," tandasnya.

Presiden berpesan, lanjutnya, jangan terjebak dengan birokrasi. Dan mampu memberikan percepatan program kerja terkoneksi dengan generasi milenial. (OL-4)

BERITA TERKAIT