22 November 2019, 19:50 WIB

Air Minum Terkontaminasi Mikroba Pemicu Diare pada Bayi dan Anak


mediaindonesia.com | Humaniora

Istimewa
 Istimewa
Penggunaan air mineral yang dicampurkan dengan ASI berisiko terhadap kesehatan anak dan bayi. 

BERDASARKAN data Nielsen dari survei Brand Health Tracking mengenai Formula Bayi dan Formula Lanjutan (IFFO) pada 2015, sebanyak 46% respondennya menyatakan kebutuhan mereka akan air khusus untuk melarutkan susu atau makanan pendamping air susu ibu (AS).

Sebanyak  65% responden di antaranya menyatakan bahwa bayi memerlukan air minum yang lebih natural dan alami.  Alasan  karena pencernaan bayi masih lemah, sebanyak 32% responden dan air minum memiliki peran penting untuk membantu tumbuh kembang bayi 30%.

Sebagaimana diketahui bahwa tumbuh kembang yang optimal diperlukan selama periode 1000 Hari Pertama Kehidupan  atau 1000 HPK. 

Pada siaran pers, Jumat (22/11), Ikatan Dokter Indonesia (IDI) melalui perwakilannya Dr. Fery Rahman, MKM selaku Wakil Sekretaris Jendral Pengurus Besar  Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyampaikan,“Kontaminasi makanan termasuk air minum oleh agen mikroba adalah salah satu penyebab utama diare pada bayi dan anak kecil.”

Hal tersebut merujuk pada data dari WHO tahun 2003 (Feeding and nutrition of infants and young children. Guidelines for the WHO European Region, WHO Regional Publications, European Series, No. 87,

Dalam, panduan WHO tahun 2005 (Nutrients in Drinking Water. Water, Sanitation and Health Protection and the Human Environment. Chapter 13) mengenai nutrisi dalam air minum menyatakan bahwa kandungan mineral dari air mineral yang digunakan untuk melarutkan susu atau makanan pendamping ASI, secara signifikan dapat mengubah dan menambahkan kandungan mineral pada susu atau makanan pendamping ASI”.

Dokter Muliaman Mansyur, Head of Medical Kalbe Nutritionals menjelaskan, “Dalam konteks melarutkan susu atau makanan pendamping ASI, air demineral atau bebas mineral adalah air yang ideal digunakan sebagai pelarut susu atau makanan pendamping ASI karena tidak akan mengubah kemurnian nutrisi yang terkandung dalam komposisinya.”

“Sedangkan melarutkan susu atau makanan pendamping ASI dengan air mineral, berpotensi meningkatkan kandungan mineralnya sehingga komposisi nutrisinya menjadi tidak sama lagi atau berubah,” kata dr. Muliaman.

“Dalam konteks air minum sehari-hari, air demineral atau bebas mineral sangat aman karena berbagai kandungan mineral yang dibutuhkan tubuh, juga dapat kita peroleh dari makanan yang kita konsumsi,” paparnya.

Namun kini, risiko tersebut dapat diatasi dengan kehadiaran Morinaga Heiko+ Water yang merupakan inovasi terbaru dari Kalbe Nutritionals dan Morinaga Research Center Jepang yang telah berpengalaman mendukung nutrisi dan kesehatan keluarga selama lebih dari 100 tahun.

Morinaga Heiko+ Water adalah air murni yang bebas mineral dan bakteri, steril dan higienis diproses melalui delpaan tahapan proses untuk menghasilkan kualitas air murni terbaik. Heiko+ Water juga telah memenuhi standar Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), SNI dan memiliki sertifikat halal LPPOM MUI.

Helly Oktaviana, Senior Group Business Unit Head For Kids Nutrition menjelaskan,“Bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Kalbe Nutritionals menggagas kampanye ‘Dukung Kemurnian Nutrisi Anak Sejak Dini’ melalui pemilihan air yang tepat  untuk yang terkasih.”

“Pemilihan air yang tepat seperti air bebas mineral dan bakteri yang dapat digunakan sebagai pelarut susu atau makanan pendamping ASI, yang diharapkan mampu melindungi nutrisi makanan anak dengan tidak merubah komposisi susu dan makanan pendamping ASI yang sudah dibuat sesuai dengan standar BPOM,” papar Helly. (OL-09)

BERITA TERKAIT