23 November 2019, 13:39 WIB

Prabowo Pesan Waspadai Bahaya Laten Komunis


Golda Eksa | Politik dan Hukum

ANTARA FOTO/Didik Suhartono
 ANTARA FOTO/Didik Suhartono
Sejumlah massa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Anti Komunis (Gertak) menyerukan tentang bahaya laten Komunisme

RUNTUHNYA Uni Soviet sebagai negara komunis menandai berakhirnya perang dingin dan munculnya era globalisasi. Namun, perlu diwaspadai, munculnya era baru tidak berarti komunisme ikut runtuh.

Demikian sambutan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang dibacakan Rektor Universitas Pertahanan Letjen Tri Legionosuko di acara bedah buku PKI Dalang dan Pelaku Kudeta G30S/1965, di Gedung Lembaga Ketahanan Nasional RI, Jakarta, Sabtu (23/11).

Menurut Prabowo, beberapa negara yang menganut ideologi komunis masih eksis hingga saat ini, seperti Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan Kuba.

Melihat realitas itu, terang dia, ideologi dan gerakan komunis di Indonesia patut diduga masih ada.

"Untuk itu kita harus selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya laten komunis," katanya.

Baca juga: Presiden Tegaskan Berantas Komunisme dan Warisan PKI di Indonesia

Komunisme, diakui Prabowo, telah tercatat dalam lembaran hitam sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Bahkan, gerakan tersebut terbukti beberapa kali berupaya merobohkan kekuasaan pemerintah RI yang sah.

Salah satunya melalui Gerakan 30 September 1965. Gerakan tersebut bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Soekarno dan mencoba mengubah Indonesia menjadi negara komunis.

"Gerakan ini dipimpin oleh DN Aidit. Setelah peristiwa G30S/1965 tersebut, memaksa rakyat untuk mendesak dibubarkannya PKI dan telah disahkan melalui TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966," tuturnya.

Ia menilai, acara bedah buku merupakan cara efektif untuk menyampaikan pemikiran penulis. Melalui buku, proses transfer informasi dan ilmu pengetahuan bisa tersampaikan dengan baik kepada para pembacanya.

Acara tersebut dihadiri Aminuddin Kasdi selaku penulis buku PKI Dalang dan Pelaku Kudeta G30S/1965, mantan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, dan sejumlah tokoh lainnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT