23 November 2019, 01:27 WIB

BUMN Watch Yakin Ahok Bawa Perubahan Besar di Pertamina


Muhammad Fauzi | Ekonomi

MI/Susanto
 MI/Susanto
Mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang kini ditunjuk sebagai Komisaris Utama PT. Pertamina

KETUA Koordinator BUMN Watch Naldy N Haroen mengapresiasi penunjukan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Komisaris Utama (Komut) PT. Pertamina.

"Kami mengapresiasi masuknya Ahok jadi Komut Pertamina. Kami yakin, Ahok akan membawa perubahan besar di perusahaan pelat merah tersebut," kata Naldy, dalam keterangan tertulisnya, Jum'at (22/11).

Naldy menambahkan, adanya penolakan sejumlah pihak terhadap Ahok merupakan hal yang wajar. Namun, kata dia, mantan Bupati Belitung Timur itu harus diberikan kesempatan bekerja.

"Dalam sebuah keputusan pasti ada pro dan kontra. Berikan Ahok kesempatan untuk membenahi Pertamina dulu. Jadi jangan suudzon dan pesimis dengan Ahok," ujar Naldy.

Naldy meyakini, sebagai Komisaris Utama, Ahok akan memberikan masukan dan kontrol yang terbaik, supaya Pertamina menjadi perusahaan yang bagus dan bisa mewujudkan kedaulatan energi.

Baca juga : ReJO Yakin BTP Bisa Bawa Pertamina Menuju World Class Company

"Kinerja Pertamina yang selama ini kurang bagus tentu akan dibenahi oleh Ahok," tutur Naldy.

Naldy berharap Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati dan karyawan yang tergabung dalam serikat pekerja Pertamina dapat menerima kehadiran Ahok dengan lapang dada dan dengan rasa kekeluargaan.

"Mau tidak mau seluruh jajaran Direksi, pegawai dan serikat pekerja harus menerima keputusan ini. Jadi, saya berharap sambutlah Ahok dengan penuh kehangatan sehingga saling bekerjasama untuk memajukan Pertamina," tutur Naldy Haroen.

Dirinya juga mewanti-wanti agar jajaran Pertamina jangan ada yang coba-coba menghalangi keputusan tersebut. Dia curiga, kalau ada kelompok yang menolak Ahok masuk di Pertamina mereka tidak ingin perusahaan itu bersih.

"Kalau ada yang menghalang-halangi keputusan tersebut berarti ada sesuatu di tubuh Pertamina yang selama ini disembunyikan dan tidak mau menerima orang yang ingin membersihkan  Pertamina dari mafia migas dan koruptor," pungkas Naldy Haroen. (OL-7)

BERITA TERKAIT