22 November 2019, 22:49 WIB

Kerja Paruh Waktu Stafsus Presiden Dinilai Tidak Akan Efektif


Hilda Julaika | Politik dan Hukum

ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
 ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Presiden Joko Widodo (keempat kiri) bersama staf khusus yang baru dari kalangan milenial

PRESIDEN Joko Widodo telah mengumumkan 7 Staf Khusus Presiden dari kalangan milenial. Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahadiansyah mengatakan Presiden Jokowi berharap para pemuda ini bisa menjadi tulang punggung sekaligus pemegang estafet untuk Indonesia Emas 2045. Sayangnya porsi bekerja yang paruh waktu membuat Trubus khawatir kinerja mereka tidak efektif.

“Kelihatannya Pak Jokowi melihat bahwa untuk mencapai Indonesia Emas 2045 ini milenial ini menjadi tulang punggung sekaligus pemegang estafet berikutnya. Oleh karena itu diberikan akses seluas-luasnya agar mereka bisa memahami dinamika pemerintahan. Namun yang menjadi persoalan adalah apakah kinerja mereka akan efektif atau tidak. Kalau menurut saya si jelas tidak,” ujar Trubus saat dihubungi oleh Media Indonesia, Jumat, (22/11).

Persoalannya, sambung Trubus, para staf khusus milenial ini nanti akan dihadapkan pada dua hal. Pertama, menghadapi kementerian dan lembaga (K/L). Di dalamnya membutuhkan koordinasi yang penting serta harus mampu merepresentasikan political will presiden.

Yang kedua, para milenial ini akan dihadapkan pada birokrasi publik. Menurut Trubus, birokrasi publik Indonesia dinilai masih feodal. Di mana unsur senioritas menjadi utama. Maka mereka mau tidak mau harus beradaptasi dengan lingkungan politik seperti ini.

“Justru kekhawatiran publik ini, apakah mereka mampu beradaptasi dengan lingkungan dunia pemerintahan yang memang lingkungannya berpolitik. Mereka harus bisa beradaptasi sekaligus bermain cantik agar kerja mereka bisa optimal. Sehingga output mereka ada. Kalau tidak kan berarti di politik kesannya hanya bagi-bagi jabatan,” paparnya.

Namun, menurutnya, keputusan presiden ini dilihat sebagai entry point bagi para milenial untuk mengabdikan diri pada bangsa berdasarkan kapabilitas yang dimilikinya. Ia menambahkan, paling tidak para generasi muda ini bisa membenahi dirinya sendiri agar siap dengan perubahan-perubahan yang terjadi di dalam dinamika pemerintahan.(OL-4)

BERITA TERKAIT