22 November 2019, 21:39 WIB

8.000 Ayam di Tasikmalaya Mati Mendadak


Adi Kristiadi | Nusantara

Antara
 Antara
Ilustrasi

Sebanyak 8.000 ekor ayam Jawa Super di Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar) mati mendadak, diduga karena cuaca panas.

Peristiwa itu terjadi di Kecamatan Sukarame, Leuwisari, Rajapolah, Cigalontang, Padakembang, Sukaratu, Cineam, dan daerah lainnya.

Ribuan ayam bantuan Kementerian Pertanian bagi kelompok santri tani milenial (KTSM) tersebut, hasil perkawinan silang antara jantan kampung dan betina petelur.

"Kita masih lakukan penelitian dan menyelidiki terhadap sampel yang sudah diambil oleh tim dari Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan, untuk diperiksa di Laboratorium setelah para petugas menerima laporan dan pengaduan itu ada beberapa kelompok santri tani milenial yang datang menjelaskan kematiannya secara mendadak," kata Sekretaris Dinas Pertanian Pangan, Perikanan dan Kelautan Idik Abdulah, Jumat (22/11)

Idik mengatakan, kematian ayam tersebut bisa disebabkan dari cuaca panas dan juga stres meskipun sebelumnya belum tahu diberikan pakan apa dan cara pemeliharaannya seperti apa. Karena, perbedaan cuaca sekarang bisa berpengaruh terhadap kesehatan hewan tapi penyebabnya sekarang masih menunggu uji Laboratorium.

"Kami belum menyimpulkan sebelum keluar uji Laboratorium, tapi dugaan sementara ada tiga diagnosa, antara lain serangan penyakit koksi, gumboro dan tetelo. Karena, selama musim panas bisa terjadi kepada hewan tapi semua itu tetap harus menunggu hasil selama satu minggu," ujarnya.

Sementara itu, Penyuluh Pertanian Kabupaten Tasikmalaya Feri Tamaludin mengungkapkan, ayam Jawa Super (Joper) merupakan bantuan yang untuk 102 kelompok santri tani milenial menerimanya di tahun ini.

Bantuan yang diberikan rata-rata 500 ekor ditambah pakan 1 ton dan diberikan obat vitamin antibiotik untuk ayam.

"Bantuan yang diberikan itu sebetulnya untuk mendukung para santri muda khususnya ilmu wirausaha ternak ayam di pondok pesantren, sehingga mereka bisa lebih mandiri terutama dalam pemberdayaan santri. Namun, santri juga telah diberikan pendampingan tentang pelatihan pembuatan kandang, pemeliharaan, pembuatan pakan dan pemanfaatan kotoran ayam untuk pupuk kandang," katanya. (OL-11)

 

BERITA TERKAIT