22 November 2019, 21:24 WIB

Wapres : Jangan Ada Narasi Kebencian dari Masjid


Nurul Hidayat | Politik dan Hukum

Antara
 Antara
Wakil Presiden Ma'ruf Amin

Wakil Presiden Ma'ruf Amin tidak ingin ada narasi kebencian datang atau berasal dari dalam masjid.

"Jangan jadikan masjid sebai tempat penyebaran narasi permusahan, kebencian," pinta Amin saat membuka Festival Tajug 2019 di alun-alun Keraton Kasepuhan, Cirebon, Jawa Barat (Jabar), Jumat (22/11).

Dia menegaskan. sangat penting dijaga agar masjid diisi dengan narasi kesantunan, saling mencintai, menghormati dan menolong.

Karena peran masjid hingga kini masih tetap relevan dan berfungsi penting dalam pembangunan masyarakat, pembinaan rakyat dan pendidikan masyarakat.

Agar pembangunan bisa berjalan, salah satunya peran masjid harus terus dioptimalkan.

"Sunan Gunungjati juga mengikuti jejak Rasulullah yang menjadikan masjid atau masyarakat Cirebon mengenalnya sebagai Tajug, sebagai pusat kegiatan dalam mengembangkan Islam di Jawa Barat," ungkap Amin.

Karena itu, Amin mendorong agar masjid saat ini juga dijadikan sebagai pusat pembinaan dan pemberdayaan umat. Selain itu masjid juga
dijadikan tempat untuk menebarkan kasih sayang, penguatan iman, menjaga kerukunan, menciptakan kedamaian dan kesejukan.

Sementara itu, Festival Tajug dipusatkan di Keraton Kasepuhan, Cirebon. Tahun ini merupakan festival Tajug yang kedua kalinya di selenggarakan hingga Ahad (24/11). berbagai kegiatan diselenggarakan dalam rangka Festival Tajug. Mulai dari bersih-bersih masjid (BBM), lomba azan pitu, hadroh, puji pujian serta berbagai lomba lainnya. Selain dihadiri sejumlah sultan dari keraton di Nusantara, pembukaan Festival Tajug juga dihadiri perwakilan komunitas muslim dari Tiongkok dan Malaysia.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, melaporkan sejumlah pembangunan berbasis keagamaan di tahun pertama pemerintahannya. "Kami mendukung upaya-upaya untuk menodorong peran masjid sebagai pusat peradaban yang sesungguhnya," ungkap Emil. Pemprov Jabar menurut Emil juga sudah mulai melakukan sejumlah upaya ke arah tersebut. Diantaranya kredit mesra (masyarakat ekonomi sejahtera) yakni kredit yang difasilitasi oleh BJB dan BPR sudah memfasilitasi sebanyak 18 ribu warga miskin untuk mendaptkan kredit. "Kredit tanpa jaminan dan tanpa bunga, syaratnya tinggal datang ke masjid tentu saja untuk salat, nanti DKM yang memberikan rekomendasi," katanya. (OL-11)

 

BERITA TERKAIT