22 November 2019, 17:24 WIB

Soal Penolakan ke Ahok, Politisi PDIP: Mereka Memainkan Narasi


Yanti Nainggolan/Insi Nantika Jelita | Ekonomi

Dok MI
 Dok MI
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)

ANGGOTA DPRD DKI dari F-PDIP Ima Mahdiah memandang positif pengangkatan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi petinggi BUMN, yakni Komisaris Utama PT Pertamina.

"Menurut saya sesuai kapasitas Bapak (Ahok) bisa ada di posisi manapun di BUMN ya karena menurut saya Bapak itu pendobrak," kata mantan Ahok itu saat dihubungi, Jumat (22/11).

Di satu sisi, tambah dia, Ahok juga bisa menaburkan kebaikan karena itulah prinsip hidup mantan Gubernur DKI tersebut dalam berorganisasi. Ima juga menyebutkan Ahok pantas sebagai petinggi BUMN karena ketegasannya.

Baca juga: Erick Thohir Pastikan Ahok Jadi Komisaris Utama Pertamina

Terkait penolakan dari beberapa pihak, Ima menganggap itu tak masuk akal. Pasalnya, dasar hukum yang dipakai para penolak tak sesuai dengan keadaan Ahok.

"Melalui UU kan tertulis narapidana korupsi, mereka kan memainkan narasi itu. Di satu sisi setelah mereka kalah di UU kan mereka beralasan soal etika," terang dia.

Alasan lain para penolak yang juga disoroti Ima adalah kriteria pemimpin.

Menurut dia, Ahok memiliki sifat integritas yang diinginkan para penolak yaitu transparan dan profesional. Ia yakin tujuan penolakan tak ada hubungannya dengan profesionalisme.

"Lebih ke arah subjektif daripada objektif. Kelihatan mereka tidak punya alasan yang oke untuk menolak Ahok. Hanya bilang etika, mantan napi, tapi tak pernah tahu kinerja Ahok," papar dia. (Medcom.id/X-15)
 

BERITA TERKAIT