22 November 2019, 16:46 WIB

Senin Depan, Pengguna Grabwheels di Jalan Raya Bakal Ditilang


Ferdian Ananda Majni | Megapolitan

MI/ADI MAULANA IBRAHIM
 MI/ADI MAULANA IBRAHIM
Warga menaiki skuter listrik atau otopet Grab Wheels melintas di jalan raya

DIREKTUR Lalulintas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf mengatakan pihaknya telah menyepakati kesepakatan bersama guna melarang operasional skuter listrik atau Otopet di jalan raya. Oleh karena itu, proses penindakan juga disiapkan bagi pengguna yang mengabaikan peraturan tersebut.

"Kita kemarin sudah sosialisasi, jadi uji coba dan sebagainya sudah, rencana kita akan berlakukan mulai hari Senin tanggal 25 November 2019 di seluruh wilayah Jakarta," kata Yusuf di Kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Jumat (22/11)

Menurutnya, Otopet harus diatur dan tidak boleh berkeliaran di jalan raya serta trotoar. Sebab, berpotensi menimbulkan kecelakaan bagi penggunanya sendiri dan pengendara kendaraan bermotor hingga pejalan kaki

"Berkaitan dengan masalah penggunaan e-skuter ini, jadi sesuai dengan kesepakatan kita, hasil koordinasi, untuk pelaksanaannya tidak diperbolehkan untuk di jalan raya, jadi hanya di kawasan tertentu," sebutnya.

Yusuf menjelaskan, pihaknya juga telah menyiapkan sejumlah saksi bagi para pelanggar peraturan tersebut. Baik hukuman represif yudisial dan non-yudisial bahkan diberikan surat tilang.

"Iya betul, pasti ini ada sanksinya. Kalau mungkin ini di luar daripada yang sudah kita tentukan, kemudian mereka masih menggunakan jalan raya, untuk menggunakan alat skuternya itu akan kita tindak," terangnya

Untuk penindakan secara represif non yudisial, yakni petugas akan mengingatkan dan meminta pengguna Otopet balik arah atau kembali masuk. Kemudia kata Yusuf, tindakan represif yudisial, akan dilakukan penindakan tegas dengan memberikan surat tilang Ditlantas.

"Jika sudah diperingatkan berkali-kali, yang pertama tadi masalah represif non Judisial tadi, ditegur, disuruh balik sudah, mengulangi berkali-kali ngingatin. Kita akan sita kendaraan itu, kita berikan surat tilang dan kemudian proses selanjutnya kita lakukan sesuai aturan yang berlaku," lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo menjelaskan pihaknya sudah menyepakati peraturan Otopet dengan stakeholder terkait, mulai dari area, jam operasional, kecepatan, hingga usia pengguna.

"Kami sepakati untuk sementara 15 Km/Jam maksimum, ini sudah disepakati dengan stakeholder terkait juga," sebutnya.

Dia melanjutkan, untuk menjaga keamanan dan keselamatan pengguna dibatasi minimal 17 tahun sebagaimana dalam UU No 22 tahun 2019 bahwa dalam usia 17 tahun seseorang dianggap sudah dewasa dan bisa mendapat SIM C.

Begitu juga, Syafrin memastikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang melakukan penyusunan regulasi dan dalam tataran penyiapan regulasi tersebut.

"Kami bersama-sama dengan Dirlantas Polda Metro Jaya sudah sepakat sambil menunggu terbitnya regulasi, ada beberapa hal yang harus ditaati oleh operator e-skuter," ungkapnya.

Menurut Syafrin, saat ini operator Grabwheels wajib beroperasi hanya di kawasan khusus atau tertentu, setelah mendapatkan izin dari pengelola kawasan tertentu.

"Selanjutnya untuk operasional di jalan raya, itu tidak diperbolehkan. Karena kita pahami bersama saat ini keberadaan e-skuter itu sangat membahayakan," terangnya.

Dia menambahkan ancaman keselamatan mengarah pada pengguna otopet atau pengguna jalan lainnya. Oleh sebab itu, sambil menunggu regulasi dikeluarkan tentunya beberapa poin ini disepakati untuk dijalankan. (OL-4)

BERITA TERKAIT