22 November 2019, 15:15 WIB

Air Terjun di Tol Becakayu, Imbas Pekerjaan Saluran belum Kelar


Gana Buana | Megapolitan

Dok. Instagram @rrqnoy
 Dok. Instagram @rrqnoy
Limpasan air di Tol Becakayu yang seperti air terjun

LIMPASAN air turun deras dari konstruksi pembangunan ruas tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) seksi 2A, Kamis (21/11). Pengerjaan saluran drainase yang belum selesai diduga sebagai penyebab kemunculan limpasan yang terkesan seperti air terjun tersebut.

Direktur Teknik dan Operasi PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM), Ayuda Prihantoro, menyampaikan, limpasan air yang sempat menggenangi Jalan Raya Kalimalang tersebut terjadi lantaran pengerjaan pipa drainase dan parapet menuju saluran bawah belum selesai. Rencananya, pemasangan pipa tersebut diselesaikan pada Jumat (22/11).

“Akibatnya memang di lokasi badan jalan yang terkena dampak pun sempat banjir sepanjang kurang lebih 50 meter, karena saluran air pada badan jalan tersebut tidak sanggup menampung debit air akibat curahan hujan,” ungkap Ayuda, Jumat (22/11).

Ayuda menjelaskan, berdasarkan pantauan di lapangan, di lokasi ruas jalan yang terdampak pun sedang ada galian untuk kebel PT. Telkom. Sehingga disfungsi saluran bawah semakin bertambah.

Pihaknya sudah melakukan pembersihan dan mengerahkan pompa di lokasi kejadian. Selain itu, PT. KKDM selaku pemilik konsesi akan melakukan pelebaran drainase yang sudah ada (existing) dan akan segera berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk mencegah terulangnya genangan.

Baca juga: Lahan Islamic Centre Terkena Tol Becakayu

Adapun, saat ini ruas Seksi 2A Ruas Tol Becakayu tersebut sedang dalam proses konstruksi. Rencanannya, ruas tersebut ditargetkan selesai konstruksi pada bulan Mei 2020 dan beroperasi Juni 2020.

“Atas kejadian ini, kami PT Kresna Kusuma Dyandra Marga akan berupaya maksimal agar kejadian ini tidak terulang kembali,” jelas dia.

Seperti yang diketahui, limpasan air terjun bebas dari konstruksi jalan layang tol Becakayu Seksi 2A terjadi saat hujan mengguyur wilayah Kota Bekasi, Kamis (21/11) kemarin. Dampaknya, ruas jalan yang ada di bawahnya tergenang setinggi 15 sentimeter sepanjang 50 meter. Air tidak mengalir dan menggenang di Jalan Kalimalang diduga karena ada sumbatan di sistem drainase bawah tanah.(OL-5)

BERITA TERKAIT