22 November 2019, 10:09 WIB

TRGD Bangun Tower Sumur Bor Penampung Air Raksasa


Denny Susanto | Nusantara

ANTARA FOTO/Rony Muharrman
 ANTARA FOTO/Rony Muharrman
Sejumlah pekerja menggali tanah ketika membuat sumur bor di lokasi lahan gambut yang terbakar di Desa Rimbo Panjang, Kampar, Riau

TIM Restorasi Gambut Daerah (TRGD) Kalimantan Selatan akan membangun tower penampung air sumur bor raksasa sebagai sumber air untuk memadamkan kebakaran areal lahan gambut. Sepanjang kemarau 2019 diperkirakan lebih dari 2.500 hektare lahan gambut di Kalsel terbakar.

Sekretaris TRGD Kalsel, Sayuti Enggok, mengatakan pembangunan tower penampung air raksasa diperuntukkan sebagai sumber air dalam penanganan bencana kebakaran di areal lahan gambut.

"Jadi nantinya selain embung dan sumur bor, kita akan memiliki tower penampung air seperti tandon raksasa untuk memadamkan kebakaran. Selama ini saat puncak kemarau sumber air pada embung kerap mengalami kekeringan, juga sebagian sumur bor tidak berfungsi," kata Sayuti, Jumat (22/11).

Sayuti menambahkan tower penampung air raksasa akan dibangun pada awal 2020 berlokasi di dua titik daerah rawan kebakaran sekitar Bandara Syamsuddin Noor.

"Kebakaran pada lahan gambut tahun ini lebih parah dari tahun sebelumnya. Karena itu keberadaan tower ini menjadi penting dan saat tidak terjadi kebakaran dapat dimanfaatkan untuk keperluan masyarakat sekitar," ujarnya.

Lebih jauh dikemukakannya Badan Restorasi Gambut (BRG) dan TRGD akan menyerahkan pengelolaan aset berupa sumur bor dan skat kanal kepada masyarakat. Tercatat sejak 2016 di Kalsel sudah dibangun sedikitnya 579 sumur bor dan 246 sekat kanal serta 20-an program revitalisasi ekonomi masyarakat berupa kegiatan usaha masyarakat desa dengan dana Rp100 juta untuk tiap paket usaha.

Baca juga: Kementerian LHK dan Polri Tingkatkan Sinergi Tangani Karhutla

Pada 2016 dibangun 50 sumur bor oleh BRG di daerah sekitar bandara Syamsuddin Noor Kota Banjarbaru. Pada 2017 jumlah sekat kanal yang dibangun sebanyak 24 buah dan 175 buah sumur bor.

Kemudian TRGD Kalsel pada 2018 membangun sebanyak 354 buah sumur bor dan sekat kanal 202 buah dengan anggaran mencapai Rp26 miliar.

Pada 2019 jumlah sumur bor yang dibangun sebanyak 53 buah dan sekat kanal 20 buah serta enam program revitalisasi ekonomi. Ada tujuh daerah di Kalsel yang menjadi sasaran restorasi gambut khususnya daerah Kawasan Hidrologis Gambut (KHG) kecuali Kota Banjarbaru, meliputi Kabupaten Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan dan Tabalong.

Kepala BPBD Kalsel, Wahyudin Ujud, mengatakan kendala utama dalam penanganan karhutla yaitu minimnya sumber air untuk pemadaman. Terakhir Pemprov Kalsel harus mengalihkan aliran air irigasi Riam Kanan yang merupakan sumber air baku PDAM bagi tiga wilayah Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru dan Banjarmasin, untuk membasahi kawasan lahan gambut yang terbakar. Bahkan sodetan ini akan dibangun secara permanen guna mengatasi bencana tahunan karhutla.

BPBD Kalsel mencatat luas lahan gambut terbakar pada bencana karhutla 2019 di Kalsel lebih dari 2.500 hektare. Sedangkan luas karhutla mencapai hampir 7.000 hektare yang terbesar adalah areal lahan pertanian akibat adanya kegiatan pembersihan dan persiapan musim tanam oleh petani.(OL-5)

 

BERITA TERKAIT