22 November 2019, 07:35 WIB

Istana Bertabur Milenial


Akmal Fauzi | Politik dan Hukum

ANTARA/WAHYU PUTRO A
 ANTARA/WAHYU PUTRO A
Presiden Joko Widodo bersama staf khusus yang baru dari kalangan milenial ketika diperkenalkan di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin

MEMASUKI periode kedua pemerintahannya, Presiden Joko Widodo menambah lagi jumlah staf khusus kepresidenan menjadi 14 orang. Tujuh dari 14 staf khusus itu ialah wajah baru dari kalangan milenial. Mereka diperkenalkan di beranda Istana Merdeka, Jakarta, kemarin.

Pengangkatan staf khusus dari kalangan milenial mendapat respons positif dan dinilai merupakan terobosan Jokowi agar mereka ikut mengambil bagian dalam mengatasi persoalan bangsa.

Sebagaimana Visi 2045 yang oleh Presiden Jokowi dilihat sebagai masa depan menuju Indonesia emas, sumber daya manusia unggul menjadi modal dasar yang tidak bisa ditawar-tawar. Karena itu, kalangan anak muda dengan kreativitas, inovasi, dan kapasitas dalam manajerial harus diberikan ruang.

Namun, penambahan jumlah staf khusus dinilai pula sebagai wujud inkonsistensi Jokowi. Perspektif itu dilihat pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah. Trubus melihat pengangkatan staf khusus sebanyak 14 orang itu sebatas bagi-bagi jabatan di periode kedua pemerintahan Jokowi.

"Ada inkonsistensi. Di satu sisi minta efisiensi, perampingan agar bisa kerja cepat, tetapi di sisi lain menambah jabatan. Dalam konteks ini lebih bagi-bagi jabatan, memberi ruang bagi mereka yang belum mendapat tempat," tegas Trubus, kemarin.

Penambahan jumlah staf khusus tersebut, menurut Trubus, dari segi kinerja tidak akan banyak berpengaruh. Justru lebih menguatkan inkonsistensi dari niat baik Jokowi yang pernah diungkapkan sebelumnya untuk lebih mengedepankan perampingan.

Inkonsistensi itu, tambah Trubus, sejatinya sudah terlihat saat penambahan kursi wakil menteri di Kabinet Indonesia Maju. Apalagi, imbuhnya, jabatan Wakil Panglima TNI kabarnya juga akan dihidupkan kembali.

Perkenalkan

Dengan mengenakan kemeja putih lengan panjang, Presiden Jokowi tampil bersama 4 laki-laki dan 3 perempuan muda yang semuanya juga mengenakan kemeja putih.

Mereka lantas duduk santai di bean bag yang sudah disiapkan di beranda Istana Merdeka, Jakarta, kemarin.

"Sore hari ini saya ingin kenalkan stafsus presiden yang baru, yang tugas khususnya nanti ialah mengembangkan inovasi-inovasi di berbagai bidang. Di sini juga kita lihat anak-anak muda semuanya," kata Presiden kepada media di beranda Istana Merdeka, Jakarta, kemarin petang.

Ketujuh staf khusus milenial tersebut merupakan sosok berprestasi dan sebelumnya telah memiliki kiprah di berbagai bidang. Mereka antara lain pendiri Ruang Guru, Adamas Belva Syah Devara; CEO dan pendiri Creativepreneur, Putri Indahsari Tanjung; CEO Amarta, Andi Taufan Garuda Putra; pendiri Gerakan Sabang Merauke 1.000 Anak Bangsa Merantau untuk Kembali, Ayu Kartika Dewi; CEO Kitong Bisa, Gracia Billy Mambrasar; pendiri Thisable Enterprise, Angkie Yudistia; dan santri yang juga Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) 2014-2017, Aminuddin Ma'ruf.

"Ketujuh anak muda ini akan jadi teman diskusi saya. Mereka akan buat gagasan, inovasi. Mereka juga akan jadi jembatan pemerintah ke anak-anak muda. Saya yakin gagasan segar bisa membangun negara ini," kata Jokowi.

Di akun Twitter-nya, Jokowi juga menegaskan dan menulis, 'Tujuh anak muda ini adalah jembatan saya ke anak-anak muda, para santri, para diaspora. Sebagai staf khusus, mereka jadi teman diskusi saya setiap bulan, setiap minggu, atau setiap hari. Bersama mereka, saya bisa mencari cara out of the box, yang melompat, mengejar kemajuan'.

Presiden mengaku tidak mewajibkan ketujuh staf khusus milenial itu masuk kantor setiap hari.

"Tidak penuh waktu. Beliau-beliau ini sudah memiliki kegiatan, memiliki pekerjaan yang bisa mingguan. Tidak harus ketemu, tetapi minimal 1-2 minggu ketemu. Tidak harus harian ketemu, tetapi masukan setiap jam, setiap menit bisa saja," kata Jokowi.

Meski hanya mengumumkan tujuh nama, Jokowi juga memiliki tambahan tiga staf khusus baru yang akan membantunya di periode kedua. Keberadaan mereka menggantikan beberapa staf khusus yang tidak lagi menjabat.

Ketiga staf khusus baru itu ialah politikus PDIP Arif Budimanta, politikus PSI Dini Shanti Purwono, dan mantan aktivis Fadjroel Rachman. Fadjroel sudah ditetapkan sebagai staf khusus presiden bidang komunikasi.

Jokowi masih mempertahankan tiga staf khusus di periode pertama pemerintahannya, yaitu Diaz Hendropriyono, Sukardi Rinakit, dan AA Gde Ngurah Ari Dwipayana. (Ant/X-6)

BERITA TERKAIT