21 November 2019, 22:53 WIB

Temui DPR, Mahasiswa UI Tolak Iuran BPJS Kelas 3 Dinaikkan


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

istimewa
 istimewa
Mahasiswa keperawatan UI bertemu dengan Komisi IX DPR RI 

KETUA Angkatan Magister Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan FIK UI 2019 Yandih Mardean mengatakan, pihaknya mendukung kebijakan DPR untuk menolak kenaikkan iuran BPJS kelas 3.

Menurut dia, penolakan perlu dilakukan mengingat peserta kelas 3 berasal dari golongan masyarakat kurang mampu.

"Keinginan untuk membayar BPJS yang kita coba dengan Rp25 ribu saja dia nggak mau bayar, apalagi dinaikkan. Kalau kelas 1 dan 2 nggak apa-apa silahkan naik," tutur Yandih kepada Media Indonesia saat ditemui di Gedung DPR-RI, Kamis (21/11).

Baca juga : Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Dibarengi Peningkatan Pelayanan

Selain menyatakan pendapatnya, Yandih yang datang bersama rekan-rekannya ke komisi IX DPR-RI juga memberikan masukan kepada para anggota DPR untuk melakukan upaya promotif dan preventif di sektor kesehatan agar BPJS tidak terus merugi akibat banyaknya masyarakat yang jatuh sakit.

"Upaya promotif dan preventif itu penting untuk diusung, karena yang selama ini kuratif bebannya sangat tinggi, BPJS sampai merugi. Upaya promotif dan preventif itu dimaksudkan supaya orang yang sehat lebih disehatkan lagi, yang sakit dicegah agar tidak sakit, itu peran perawat sangat penting," imbuhnya.

Upaya preventif dan promotif yang disarankan Magister Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan UI antara lain, program 1 desa 1 perawat, mempromosikan senam jantung sehat, dan mensosialisasikan masyarakat untuk melakukan deteksi dini penyakit. (OL-7)

BERITA TERKAIT