22 November 2019, 04:40 WIB

PLTU Tanjung Jati B Bakal Jadi Terbesar di Asia Tenggara


Andhika Prasetyo | Ekonomi

ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/foc.
 ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/foc.
PEMBANGUNAN PLTU TANJUNG JATI B JEPARA

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Jati B (TJB) yang terletak di Jepara, Jawa Tengah, terus menyempurnakan diri. Pembangkit tersebut diproyeksikan akan menjadi yang terbesar se-Indonesia bahkan se-ASEAN dengan total kapasitas 4.664 megawatt (Mw).

Saat ini, PLTU TJB baru mengoperasikan empat pembangkit dengan kapasitas per unit 661 Mw atau secara total 2.664 Mw. Dua pembangkit lagi, yakni unit 5 dan 6 yang memiliki kapasitas 2x1.000 Mw, tengah dalam proses pembangunan.

"Sudah sekitar 75%. Kami targetkan dua pembangkit itu bisa beroperasi 2021 mendatang," ujar General Manager Perusahaan Listrik Negara (PLN) Pembangkitan Tanjung Jati B, Rahmat Azwin, di Jepara, Jawa Tengah, kemarin.

Proses penambahan pembangkit memang bukan hal mudah. Pasalnya, pembangunan itu harus diiringi juga dengan pengembangan jaringan transmisi.

"Kalau hanya dengan jaringan yang ada, tidak akan cukup. Ibaratnya, pembangkit itu pompa, transmisi itu pipa. Kalau pompa nambah, tapi pipa yang ada tidak ditambah, nanti akan kelebihan kapasitas. Jadi, transmisi dulu akan diselesaikan," terangnya.

Jika sudah rampung dan beroperasi, nantinya PLTU TJB akan memiliki kapasitas daya sampai 4.664 Mw, melampaui PLTU Paiton di Probolinggo, Jawa Timur, yang sekarang memegang rekor terbesar se-Asia Tenggara dengan total kapasitas 4.600 Mw.

Sekarang PLTU TJB berkontribusi sebesar 12% terhadap pasokan listrik Jawa-Bali atau setara dengan kebutuhan listrik sekitar 5 juta pelanggan rumah tangga. Dengan tambahan 2.000 Mw, nantinya pembangkit itu akan mampu memasok hingga 15%.

Pengembangan PLTU TJB unit 5 dan 6 atau yang kerap disebut PLTU Jawa 4 dilakukan PT Bhumi Jati Power (BJP) sebagai independent power producer (IPP).

Perjanjian pembelian (po-wer purchase agreement/ PPA) dengan PLN sudah dilaksanakan pada Desember 2015.

BJP merupakan perusahaan patungan antara Sumitomo Corporation Group dengan kepemilikan 50%, The Kansai Electric Power Co Inc Group 25%, dan United Tractors (UT) Group 25%. Nilai investasi pengembangan PLTU Jawa 4 diperkirakan mencapai US$4,2 miliar atau setara Rp58,8 triliun.

Prestasi

Azwin juga menyampaikan PLTU Tanjung Jati B juga telah banyak meraih prestasi di level nasional maupun internasional. Pada 2012, Power Magz menobatkan PLTU Tanjung Jati B sebagai 10 besar pembangkit listrik terbaik dunia. Lalu pada 2015, PLTU Tanjung Jati B kembali memenangi ASEAN Energy Awards dalam kategori pengelolaan batu bara.

Di sisi pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, PLTU Tanjung Jati B mendapatkan pengakuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) berupa Proper Hijau enam kali berturut-turut sejak 2013.

Keberadaan pembangkit ini diharapkan tak hanya bermanfaat bagi masyarakat karena kontinuitas suplai listrik, tapi juga turut membantu pemerintah dalam penghematan APBN.

"Ketika pembangkit ini andal, pemerintah juga tidak terbebani oleh biaya operasional pembangkit BBM sehingga anggaran itu bisa digunakan untuk kepentingan nasional lainnya," pungkasnya. (E-3)

BERITA TERKAIT