21 November 2019, 20:15 WIB

Jadi Staf Khusus Presiden, Andi Diharapkan Tularkan Ilmunya


Mediaindonesia.com | Politik dan Hukum

Kris/Biro Pers Sekretariat Presiden
 Kris/Biro Pers Sekretariat Presiden
 Presiden Joko Widodo (keempat kiri) saat memperkenalkan staf khusus yang baru dari kalangan milenial, Kamis (21/11).

PRESIDEN Joko Widodo resmi melantik tujuh staf khusus dari kalangan milenial guna mendorong kemajuan ekonomi, teknologi, pendidikan, kesehatan, dan sumber daya manusia. Ketujuh  staf khusus milenial itu merupakan pemimpin perusahaan rintisan yang memiliki prestasi di bidang masing-masing.

Pelantikan dilaksanakan di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Kamis (21/11). Selanjutnya, mereka bertugas membantu Presiden Republik Indonesia di luar fungsi kementerian dan lembaga.

Baca juga: Millennial Jadi Faktor Utama Pendorong Pertumbuhan Ekonomi

Salah satu staf khusus adalah Andi Taufan Garuda Putra yang merupakan pendiri dan CEO Amartha, perusahaan pionir teknologi finansial peer to peer lending (tekfin p2p lending). Perusahaan itu menghubungkan pendana di perkotaan dengan perempuan pengusaha mikro di pedesaan melalui teknologi.

“Andi Taufan Garuda Putra, umur 32 tahun, telah meraih banyak penghargaan inovasi atas kepeduliannya terhadap sektor-sektor UMKM. Jadi CEO PT Amartha Mikro Fintek. Tugas khusus untuk mengembangkan inovasi," kata Presiden Joko Widodo saat memperkenalkan Andi Taufan

Selain Taufan, staf khusus lainnya yakni  Putri Tanjung (Pendiri dan CEO Creativepreneur), Adamas Belva Syah Devara (CEO Ruang Guru), Angkie Yudistia (CEO Thisable Enterprise), Gracia Billy Mambrasar (Putra Papua), Ayu Kartika Dewi (Perumus Gerakan Sabang Merauke) dan Amminudin Maruf (Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia).

"Ketujuh anak muda ini akan jadi teman diskusi saya, mereka akan buat gagagsan, inovasi. Mereka juga akan jadi jembatan pemerintah ke anak-anak muda. Saya yakin gagasan segar bisa membangun negara ini,” kata Jokowi.

Taufan yang lahir di Jakarta pada 24 Januari 1987 silam merupakan lulusan Sarjana Bisnis, Institut Teknologi Bandung dan Master of Public Administration, Harvard Kennedy School. Sebelumnya, ia bekerja sebagai konsultan bisnis untuk IBM Global Business Services selama hampir dua tahun.

Saat melihat banyak pelaku usaha mikro di pedesaan mengalami kesulitan untuk mendapatkan akses finansial saat berkunjung ke desa Ciseeng, Bogor, Jawa Barat. Pada 2009, Taufan meninggalkan pekerjaannya dan mendirikan Amartha dengan berbentuk microfinance atau lembaga keuangan mikro.

Pada 2016, Amartha bertransformasi menjadi tekfin p2p lending sebagai upaya menjangkau jutaan pelaku usaha mikro perempuan di pedesaan. Di 2019, Amartha mengantongi izin usaha Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan berhasil menyalurkan Rp1,6 triliun kepada lebih dari 340 ribu mitra di 5.400 pedesaan.

Aria Widyanto, Chief Risk and Sustainability Officer Amartha menyatakan,  pihaknya berbangga dan mendukung sepenuhnya atas dilantiknya Taufan.

"Berdasarkan pada pengetahuan, pengalaman dan kepemimpinan Taufan selama hampir 10 tahun di Amartha dan memajukan sektor UMKM, tentu dapat memberikan kontribusi, terobosan dan inovasi guna mendukung kemajuan ekonomi digital di Indonesia,” cetus Aria. (Mal/Ant/A-3)

BERITA TERKAIT