21 November 2019, 19:00 WIB

Kalsel Peringkat Lima Kejurnas Pra-PON XX Panjat Tebing


Denny Susanto | Olahraga

MI/Denny S
 MI/Denny S
Atlet panjat tebing Kalimantan Selatan yang berlaga di Pra-PON XX di Pinrang, Sulawesi Selatan.

KONTINGEN Kalimantan Selatan berada di peringkat lima klasemen akhir Kejuaraan Nasional Panjat Tebing Zona III Pra-Pekan Olahraga Nasional XX 2020 Papua yang berlangsung di Cora, Pinrang, Sulawesi Selatan.

Adapun Nusa Tenggara Barat dan Kalimantan Timur mendominasi raihan kuota atlet yang lolos PON XX 2020 Papua.

Tidak banyak kejutan terjadi pada Pra-PON XX Panjat Tebing Zona III yang berlangsung 15-19 November 2019 ini. Tim kuat seperti Kaltim dan NTB yang berkekuatan atlet-atlet pelatnas dan berpengalaman mendominasi raihan medali. \

Selain perebutan medali, Pra-PON XX juga memperebutkan kuota atau jatah atlet yang akan berlaga pada PON XX di Papua 2020 mendatang.

Ketua Harian Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kalsel, Bandi, Rabu (20/11), mengatakan, apa yang telah diraih kontingen Kalsel adalah hasil maksimal ditengah berbagai kendala dihadapi.

"Kalsel berada di peringkat lima klasemen perolehan medali Pra-PON dan mendapatkan dua kuota atlet berlaga di PON nanti. Sebenarnya target awal kita adalah empat kuota, tetapi memang persaingan di zona III yang disebut zona neraka ini sangat ketat, ditambah tidak ikutnya salah seorang atlet andalan Kalsel karena sakit," ujarnya.

Ditambahkan Bandi, hasil ini hendaknya menjadi evaluasi dan perhatian serius dari KONI dan Pemda, karena untuk dapat berprestasi dan bersaing dengan daerah lain seharusnya para atlet mendapatkan pembinaan dan pemusatan latihan (training camp) yang cukup.

"Persiapan atlet Kalsel kurang dari satu bulan, sementara daerah lain mempersiapkan sejak satu tahun sebelumnya. Itu pun di beberapa nomor atlet-atlet Kalsel cukup disegani lawan yang bermaterikan atlet pelatnas," tambahnya.


Baca juga: Fokus Bidik Titik Tengah Target


Hasil akhir klasemen Kejurnas Pra PON XX Panjat Tebing Zona III ini menempatkan NTB sebagai juara umum dengan raihan 8 emas, 3 perak, dan 2 perunggu. Diikuti Kaltim meraih 4 emas, 5 perak, dan 3 perunggu.

Sulawesi Selatan sebagai tuan rumah berada di posisi tiga meraih 1 emas, 2 perak dan 4 perunggu, disusul Kalbar 1 emas, dan Kalsel 2 perak dan 1 perunggu.

Kalsel sendiri meraih medali perak pada nomor disiplin boulder beregu putra, medali perunggu pada disiplin lead perorangan putra dan medali perak disiplin speed relay beregu putra. Sedangkan dari 30 kuota yang diperebutkan kontingen Kalsel 2 kuota pada nomor disiplin lead perorangan putra, dan disiplin speed relay beregu putera.

Adapun kuota terbanyak diraih kontingen Kaltim 13 kuota, diikuti NTB 9 kuota.

Wakil Ketua I FPTI Pusat, Fristiawan Bontoro, mengungkapkan, even ini tidak hanya untuk menghadapi PON XX Papua, dari even ini diharapkan muncul bibit atlet panjat tebing dari daerah yang bisa berprestasi mengharumkan nama Indonesia dikancah kejuaraan internasional. Indonesia sendiri akan menghadapi Asian Games 2022 di Tiongkok dan kejuaraan dunia 2024 di Paris, Prancis.

Fris juga berharap agar para atlet yang sudah berlevel nasional dan internasional untuk tidak lagi bertarung pada kejuaraan level di bawahnya agar memberi kesempatan munculnya atlet-atlet berprestasi baru. (OL-1)

 

 

BERITA TERKAIT