21 November 2019, 18:43 WIB

Abai Rekomendasi Kebakaran, SMA Yadika 6 tak Mampu Atas Kebakaran


Tri Subarkah | Megapolitan

Mi/Andry Widyanto
 Mi/Andry Widyanto
Kondisi SMK Yadika 6 usai kebakaran hebat pada Senin (18/11) sore

KEPALA Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi Aceng Sholahuddin menyebut SMK Yadika 6 Kota Bekasi tidak dilengkapi rekomendasi proteksi kebakaran. Padahal, itu merupakan syarat saat melakukan permohonan izin mendirikan bangunan gedung bertingkat.

"Nah ini yang membuat fatal. Padahal untuk seluruh pengelola gedung bertingkat, karena pada saat dia menyampaikan permohonan izin mendirikan bangunan, seharunsya dilengkapi oleh rekomendasi proteksi kebakaran," kata Aceng saat ditemui di kantornya, Kamis (21/11).

Nantinya, rekomendasi tersebut akan menghitung berapa jumlah alat pemadam kebakaran yang di perlukan pada sebuah gedung bertingkat.

Kealpaan alat pemadam api ringan (APAR), sebut Asep, menimbulkan suatu kegagalan penanganan kebakaran saat api melahap gedung SMK Yadika 6.

Ia memperkirakan bangunan sudah terbakar lebih dari satu jam. Hal itu diketahui setelah pihaknya melihat api membakar tiga lantai gedung sekolah itu dan suhu di antara 200-300 derajat celsius.

Baca juga : Penyebab Kebakaran SMK Yadika 6 belum Diketahui

"Itu yang kalau pasukan kami sedikit saja (datang) terlambat, semua lantai akan terbakar. Tidak akan ada yang terselamatkan," ungkapnya.

Sebelum kebakaran terjadi, Dinas Kebakaran Kota Bekasi sudah pernah menawarkan rekomendasi tersebut ke SMK Yadika 6. Namun, Acep mengatakan pihak sekolah menolak usul tersebut.

"Petugas kami mendapatkan penolakan sampai di sana. Sampai terakhir kali pascakejadian, komandan pasukan kami menyampaikan saran teknis, belum ada respon sampai saat ini. Sepertinya memang tidak mau pihak Yadika melakukan alat proteksi di gedung itu," papar Acep.

Diketahui, kebakaran menerpa SMK 6 Yadika yang berlokasi di Jalan Wadas Raya, Kelurahan Jaticempaka, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi pada Senin (18/11) sore. Setidaknya 14 orang menjadi korban luka-luka dalam peristiwa itu. (OL-7)

BERITA TERKAIT