21 November 2019, 17:33 WIB

Ini Kesan Positif Panarub Group akan Fasilitas Kawasan Berikat


mediaindonesia.com | Politik dan Hukum

DOK BEA CUKAI
 DOK BEA CUKAI
Panarub Group adalah kelompok usaha yang terkenal dengan produksi sepatu bermerk terkenal seperti Adidas dan Mizuno.

Panarub Group melakukan ekspansi usahanya ke daerah Brebes Jawa Tengah. Group usaha yang terkenal dengan produksi sepatu bermerk terkenal seperti Adidas dan Mizuno ini mendirikan pabrik baru dengan nama PT Rubber Pan Java (RPJ).

Presiden Direktur PT RPJ, Budiarto mengungkapkan ihwal pendirian pabrik baru tersebut. “PT RPJ merupakan bagian dari Panarub Group. Kami mendirikan pabrik baru ini sebagai bagian dari ekspansi kami. Daerah Brebes menjadi pilihan untuk mendukung pengembangan usaha kami di Jawa Tengah ini,” ujarnya pada saat presentasi untuk mendapatkan fasilitas kawasan berikat pada Rabu (13/11) di Kanwil Bea Cukai Jateng DIY.

Panarub Group saat ini sudah memiliki tiga perusahaan yang telah menjadi kawasan berikat. Salah satunya bahkan telah memiliki status sebagai kawasan berikat mandiri yaitu PT Panarub Industri di Tangerang yang mempunyai 8.118 karyawan.

Berikutnya adalah PT Panarub Dwikarya yang juga berlokasi Tangerang dan kini mempunyai 3.103 orang karyawan. Kemudian, PT Bintang Indokarya Gemilang di Brebes Jawa Tengah dengan jumlah karyawan 4.714 orang.

Kali ini, PT RPJ yang baru didirikan di area seluas 3.37 Ha ini juga berhasil mendapatkan fasilitas fiskal berupa kawasan berikat sebagaimana tiga perusahaan lainnya. “Kami mengajukan permohonan kepada Bea Cukai untuk mendapatkan fasilitas ini agar cash flow perusahaan terbantu, sehingga perusahaan dapat berkembang,” ungkap Budiarto.

Dalam presentasinya, Budiarto mengungkapkan rencana perusahaannya. “Rencananya kami akan start produksi pada akhir Desember. Sampai dengan Agustus 2020 kami akan serap 816 orang karyawan. Kami memproduksi rubber sole, bottom set, EVA, komponen berupa sockliner, midsole, dan upper, serta sepatu, dan sandal.”

Sementara itu, Juli Tri Kisworini dalam keterangannya menyampaikan bahwa fasilitas kawasan berikat memang sudah terbukti memberikan dampak ekonomi positif, tidak hanya bagi perusahaan, namun juga kepada negara dan masyarakat. Juli juga menginformasikan bahwa Jawa Tengah saat ini menawarkan keunggulan bagi investor.

“Paling tidak ada tiga keunggulan yang dimiliki Jateng dibandingkan daerah lain, yaitu UMR yang lebih rendah, kondisi keamanan yang kondusif, dan infrastruktur yang memadai. Kondisi seperti ini ramah investor,” jelasnya.

Pemberian fasilitas fiskal dari pemerintah ini memang telah terbukti memberikan dampak ekonomi positif tidak hanya bagi negara dan perusahaan, namun juga bagi masyarakat sekitar. Hal yang paling nyata terjadi dan dirasakan masyarakat adalah penyerapan tenaga kerja dan munculnya kegiatan ekonomi riil baru seperti warung makan, tempat kos dan kontrakan, serta transportasi. (RO/OL-10)

BERITA TERKAIT