21 November 2019, 13:40 WIB

Stok Beras 2,2 Juta Ton, Bulog Siap Hingga Akhir Tahun


Faustinus Nua | Ekonomi

ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
 ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Pekerja mengemas beras ke dalam karung di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta.

DIREKTUR Utama (Dirut) Perum Bulog Budi Waseso mengungkapkan stok beras per 18 November 2019 mencapai 2,2 juta ton. Jumlah yang besar itu bisa menjaga kestabilan pasokan beras hingga akhir 2019.

"Dengan jumlah stok itu dan tersebar di seluruh Indonesia, Bulog siap melaksanakan ketersediaan pasokan sesuai dengan penugasan pemerintah. Bulog siapkan pasokan untuk stabilisasi harga di akhir tahun," kata dia dalam rapat dengar pendapat Komisi IV DPR RI bersama Perum Bulog, di Jakarta, Kamis (21/11).

Selain stok beras yang tersedia, lanjutnya, beberapa komoditas pangan lainnya juga masih tersedia stoknya yang cukup.

Baca juga: Dapat Wadirut, Buwas: Kami Dapat Tambahan Kekuatan

Buwas mengungkapkan stok gula pasir sebanyak 4,4 ribu ton, jagung 7,7 ribu ton, minyak goreng 1,4 ribu kilo liter, daging kerbau 12,9 ribu ton, tepung terigu 596 ton, dan telur ayam 8 ton.

Sementara itu, realisasi pengadaan beras dalam negeri Perum Bulog mencapai 11,1 juta ton. Realisasi tersebut, lanjutnya, tersebar di seluruh daerah di Indonesia.

"Realisasi penyaluran bansos rastra mencapai 351 ribu ton atau 99,62% dari pagu alokasi serta penggunaan cadangan beras pemerintah (CBP)," paparnya.

Dijelaskannya, untuk CBP program ketersediaan pasokan dan stabilitas harga sebesar 453 ribu ton. Sementara untuk CBP program bencana alam sebesar 4 ribu ton. (OL-2)

BERITA TERKAIT