21 November 2019, 12:56 WIB

Kabareskrim akan Diputuskan oleh Wanjakti


Ferdian Ananda Majni | Politik dan Hukum

MI/SASKIA ANINDYA PUTRI
 MI/SASKIA ANINDYA PUTRI
 Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono

SEJAK dilantik sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Tito Karnavian, jabatan terakhir Jenderal Idham Azis sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri kosong sejak 1 November 2019. Pengisian pos Kabareskrim yang berlarut larut itu menjadi perhatian publik.

Menanggapi hal itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polda Metro JayaBrigjen Pol Argo Yuwono mengatakan pemilihan Kabareskrim akan diputuskan Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti) Mabes Polri.

"Tentunya nanti ada Wanjakti yang akan memutuskan siapa yang akan dipilih. Tentunya Bapak Kapolri yang akan menujuk siapa sebagai seorang Kabareskrim. Tunggu saja," kata Argo di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (21/11)

Baca juga: Empat Perwira Layak Jadi Kabareskrim

Ditanya terkait berlarutnya penunjukan Kabareskrim hingga mengakibatkan kekosongan sampai 3 pekan lebih, Argo menyebut penentuan jabatan Pati Polri saling berkaitan dengan rotasi pejabat lain.

"Tentunya ini rotasi kan sama, berkaitan dengan yang lain. Tidak hanya satu saja tetapi berkaitan dengan pejabat-pejabat yang lain yang akan dilakukan rotasi," sebutnya.

Dia menambahkan, pertimbangan lainnya seperti adanya rotasi pejabat yang pindah lokasi penempatan dinas atau pensiun.

"Tentunya itu ada keterkaitan nya di situ. Ada juga yang nantinya akan pensiun, ada juga tour of duty," terangnya.

Terkait sosok yang kemungkinan akan diberikan amanah jabatan Kabareskrim hingga kesiapan Wanjakti, Argo menjelaskan itu ranahnya pimpinan Polri.

"Nanti itu, pimpinan polri yang akan menentukan siapa. (Wajakti Rapat) Itu teknis ya. Nanti ya," pungkas Argo.

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal mengatakan Kapolri Jenderal Idham Azis akan segera menunjuk Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) baru dalam beberapa hari mendatang.

"Insyallah kalo beberapa hari lagi insyallah. Ini jadi prioritas beliau tapi kan ada mekanismenya," kata Iqbal di Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Iqbal menambahkan, penentuan posisi Kabareskrim merupakan hak prerogatif Kapolri. Namun, proses mekanismenya juga melalui Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti) Mabes Polri.

"Memang hak prerogatif seorang kapolri tapi harus ada rapat dewan kebijakan tinggi yang dipimpin oleh wakapolri dan staf," sebutnya.

Iqbal enggan menjawab sosok kandidat yang akan menduduki jabatan Kabareskrim baru tersebut. Ia memastikan bahwa Kapolri akan memilih perwira polisi yang berintegritas dan punya kemampuan.

"Yang jelas semua perwira tinggi yang berpangkat bintang dua dan bintang tiga berpeluang tapi jelas bapak kapolri akan menunjuk seorang pati yang berintegritas mempunyai track record yang baik," terangnya.

Iqbal menjelaskan Kabareskrim merupakan jabatan yang penting di kepolisian negara indonesia.

Presiden Joko Widodo melantik Jenderal Pol Idham Azis sebagai Kapolri RI di Istana Negara, Jakarta, 1 November lalu.

Usai pengambilan sumpah jabatan Kapolri, Idham langsung mendapatkan kenaikan pangkat dari Komisaris Jenderal (Komjen) menjadi Jenderal. (OL-2)

BERITA TERKAIT