21 November 2019, 11:29 WIB

Warga Penerima PKH di Folres Timur Menurun


Fernandus Rabu | Nusantara

Ilustrasi
 Ilustrasi
Ilustrasi

WARGA penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, tercatat terus menurun dalam tahun 2019 ini.

Sekitar 200 warga yang merupakan kelompok keluarga penerima manfaat (PKM) PKH telah graduasi dan tidak lagi mendapatkan bantuan pemerintah.

Program PKH yang mulai masuk sejak 2013 atau 6 tahun silam, diklaim telah membuahkan hasil, karena jumlah penerima terus menurun setiap tahunnya.

Berdasarkan data Dinas Sosial Kabupaten Flores Timur, tercatat hingga tahap ke-4 penerimaan PKH ini, ada sekitar 12.219 warga dari sebelumnya berjumlah 12.419 warga saat menerima PKH tahap pertama. Artinya ada penurunan sekitar 200 warga yang tidak lagi menerima bantuan pemerintah atau graduasi.

''Total dana PKH tahun ini sebesar Rp 52 miliar. Penerimaan dana PKH dibagi dalam empat tahap, dimana jumlah penerima terus menurun setiap tahapnya karena keluarga penerima ada yang sudah graduasi karena sudah mandiri, adapula yang sudah selesai sekolah sehingga tidak lagi mendapatkan bantuan PKH pada tahap berikutnya,'' pungkas Kepala Seksi (Kasie) Jaminan Sosial Keluarga Dinas Sosial Flotim, Antonius Daton Laga, Kamis (21/11)

Tahap pertama pada bulan Maret 2019 sebanyak 12.419 PKM dengan anggaran Rp18,3 miliar, tahap dua turun menjadi 12.396 KPM dengan total anggaran Rp11,6 miliar. Pada tahap ketiga, jumlah penerima juga menurun menjadi 12.332 KPM dengan total anggaran tahap tiga sebesar Rp13 miliar, dan pada tahap ke-4 pada Oktober kemarin jumlah penerima turun menjadi 12.219 KPM dengan anggaran Rp9,2 miliar.

''Jika dilihat dari jumlah penerima tahap pertama, maka hingga tahap ke-4 pada Oktober kemarin, maka jumlag penerima yang telah graduasi sebanyak 200 warga, dari 12.419 menjadi 12.219 warga penerima PKH,'' sambung Antonius.

Pemerintah Kabupaten Flores Timur mengimbau, warga penerima PKH agar dapat memanfaatkan dana tersebut sebaik-baiknya. Artinya digunakan sesuai peruntukannya dan tepat sasar.

''Petugas kami pun terus memonitor dan meningkatkan imbauan kepada warga agar memanfaatkan dan PKH sebaik-baiknya,'' ungkap Antonius. (OL-11)

 

BERITA TERKAIT