21 November 2019, 08:30 WIB

Warga Harus Berani Menolak


Ferdinand | Nusantara

MI/Fauzi
 MI/Fauzi
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan HB X berharap warganya berani mengatakan tidak terhadap terorisme agar tidak terpengaruh.

"Keberanian dan ketegasan sikap tersebut merupakan sebuah pilihan yang harus hadir dari warga sendiri," ungkap Sultan di Kepatihan, Yogyakarta, kemarin.

Hal itu disampaikan Sultan menanggapi penangkapan terduga teroris bernama Abu Umar alias Markino, 47, di Desa Ngunut, Kecamatan Playen, Gunungkidul, DIY. Menurutnya, tidak ada masalah jika memang yang ditangkap ialah teroris.

Seperti diberitakan, Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri kemarin menggeledah dan menyita sejumlah barang yang diduga bahan peledak dari rumah terduga teroris di Desa Ngunut. Sebagian temuan itu lalu diledakkan tim di kebun di belakang rumah Markino.

Penggeledahan itu merupakan rangkaian kegiatan aparat setelah sebelumnya melakukan tindakan serupa di Cirebon, Jawa Barat.

Di sisi lain, Polda Sulawesi Tengah kemarin merilis nama 10 anggota kelompok sipil bersenjata Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang masuk daftar pencarian orang. Dari jumlah itu, satu orang merupakan pengikut baru.

Mereka ialah Qatar alias Farel alias Anas, Askar alias Jaid alias Pak Guru, Galu alias Nae alias Mukhlas, Abu Alim alias Ambo, Moh Faisal alias Namnung, Rajif Gandi Sabban alias Rajes, Alvin alias Adam alias Mus'Ab, Jaka Ramadhan alias Ikrima alias Rama, Hairul alias Irul, serta Ali Kalora alias Ahmad Ali.

"Yang baru bergabung ialah Hairul," ungkap Kabid Humas Polda Sulteng AKB Didik Supranoto.

 

Penangkapan teroris

Kapolri Jenderal Idham Azis mengatakan pihaknya kini telah menangkap 74 terduga teroris dari sejumlah wilayah di Tanah Air.

MI/Widjajadi

Densus 88 Gelar Serangkaian Penangkapan Terduga Teroris Pasca Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan.
 

 

"Teror penyerangan kepada mantan Menko Polhukam Wiranto di Pandeglang dan kasus bom bunuh diri di Polrestabes Medan dilakukan kelompok yang sama, yaitu Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan mereka terpapar terorisme melalui media sosial. Tim Densus 88 terus bergerak untuk menangkap terduga teroris lain," kata Kapolri dalam rapat dengar pendapat Komisi III DPR di kompleks parlemen, Jakarta, kemarin.

Di lain hal, Komisi III DPR meminta Kapolri segera menuntaskan kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior KPK Novel Baswedan.

Kapolri menegaskan pihaknya masih menyelidiki  kasus tersebut.  Idham mengaku dalam beberapa pekan ke depan akan ada temuan dan perkembangan yang signifikan. (Fer/Gol/AT/AU/Ant/X-11)

BERITA TERKAIT