21 November 2019, 07:30 WIB

Mengulik Prinsip Kerja AC Dual Zone


(Cdx/S-3) | Otomotif

Ilustrasi
 Ilustrasi
AC Dual Zone

ADA yang berbeda pada prinsip kerja air conditioner (AC) berfitur dual zone di sejumlah mobil. Pada AC ini, suhu di saluran kiri (penumpang depan) maupun kanan (pengemudi) dapat diatur secara individual.

Sistem pengatur suhu kabin pada kendaraan seperti itu menggunakan heating ventilation air conditioner (HVAC). Biasanya sistem itu diterapkan pada kendaraan-kendaraan kelas menengah atas, seperti Audi, BMW, Mercedes-Benz, Lexus, dan Volkswagen. Bahkan, saat ini teknologi pengaturan suhu kabin sudah mulai diterapkan pada kendaraan menengah ke bawah pada merek tertentu.

Pengaturan suhu pada sistem AC dual zone tidak lagi memanfaatkan hidup matinya kompresor. Soalnya, pada sistem itu kompresor akan selalu hidup ketika pengatur suhu kabin diaktifkan.

Untuk mengatur agar suhu tidak terlalu dingin, terdapat tambahan dua heater coil yang terpisah antara jalur saluran udara bagian kiri dan kanan kabin. Heater coil berisi air panas yang berasal dari sistem pendinginan mesin, terintegrasi dengan jalur air radiator mesin.

Untuk membantu mempercepat aliran air panas ke heater coil dalam kabin biasanya digunakan pompa air tambahan berukuran kecil. Untuk mengatur laju air ke dalam heater coil digunakan katup solenoid sebanyak dua unit yang terpasang di jalur kiri dan kanan.

Saat kedua tombol pengatur suhu dipasang pada suhu 26 derajat Celsius, aliran udara yang dingin akibat kompresor AC yang selalu aktif tadi kemudian dinaikkan suhunya. Caranya dengan membuka katup solenoid yang berfungsi sebagai keran elektrik agar air panas secara bertahap menuju ke heater coil.

Aliran air itu terjadi dalam bentuk 'pulsa' atau denyutan dengan frekuensi dan durasi buka tutup sesuai suhu yang ditetapkan. Jika ingin suhu kabin lebih dingin, frekuensi bukaan air panas menjadi lebih lambat dan durasi bukaan menjadi semakin singkat.

Sebaliknya, saat ingin suhu lebih hangat, frekuensi bukaan air panas menjadi lebih cepat dan durasi bukaan menjadi semakin lama.

Karena tiap-tiap heater coil dilengkapi katup solenoid, hal itu memungkinkan untuk membuat jalur AC kiri dan kanan dapat diatur pada suhu berbeda secara individual (dual zone). Dengan menambah heater coil plus katup solenoid, bahkan fitur ini dapat dikembangkan menjadi triple zone bahkan quadruple zone. (Cdx/S-3)

BERITA TERKAIT