21 November 2019, 04:20 WIB

Energi Positif Mourinho


Despian Nurhidayat | Sepak Bola

AFP
 AFP
Biografi dan gelar yang dimenangkan oleh Jose Mourinho, pelatih kepala baru untuk Tottenham.

ENERGI positif yang dibutuhkan Tottenham Hotspur bernama Jose Mourinho. Itu keyakinan Daniel Levy, presiden klub asal London utara, Inggris, tersebut.

Mourinho, pelatih dengan 25 trofi juara, kemarin, menjadi pilihan menggantikan posisi juru taktik Spurs asal Argentina, Mauricio Pochettino. Penunjukan the Special One--julukan Mourinho--hanya selang 10 jam setelah pemecatan Pochettino.

Alasan manajemen the Lilywhites--julukan Tottenham--Pochettino hanya mampu menangguk 3 kemenangan dari 12 laga musim ini. Spurs yang musim lalu menjadi finalis Liga Champions Eropa, kini terdampar di peringkat 14 klasemen sementara Liga Primer.

"Dengan Jose, kami memiliki salah satu manajer paling sukses dalam sepak bola. Ia memiliki pengalaman yang kaya, bisa memotivasi tim, dan mampu merancang taktik yang hebat," ungkap Levy seperti dilansir dari laman resmi klub dengan slogan To Dare Is To Do yang berasal dari bahasa Latin Audere est Facere.

"Dia memenangi segala trofi yang ada di klub yang ia tangani. Kami percaya ia akan membawa energi dan keyakinan dalam klub," imbuh Levy.

Bak gayung bersambut. Mourinho, pelatih berkebangsaan Portugal berusia 56 tahun, juga antusias kembali ke London setelah hampir setahun menganggur. Kembali ke kota tempat mantan klubnya, Chelsea, serta melupakan pemecatan yang diterimanya dari Manchester United pada Desember tahun lalu. Mourinho pun sudah meneken kontrak dengan Spurs hingga 2023

"Saya antusias bergabung dengan klub yang memiliki kultur hebat dan suporter yang bergairah. Kualitas tim dan akademi klub membuat saya senang. Bekerja dengan para pemain seperti itu selalu membuat saya tertarik," ujar pelatih yang meraih trofi Liga Champions Eropa bersama FC Porto dan Inter Milan itu.

Kiprah Mourinho bersama Spurs saat melawat ke markas West Ham di ajang Liga Primer, Sabtu (23/11), ditunggu. Ia harus mengembalikan semangat menang tim yang memiliki pemain bintang seperti Harry Kane, Dele Alli, Christian Eriksen, dan Son Heung-min itu.

Ada kegamangan bagaimana Mourinho menukangi tim seagresif Spurs dengan gaya pragmatisnya. Kendala yang membuat Mourinho tidak bersinar ketika menukangi Manchester United.

Pilihan telah dijatuhkan. Tottenham berharap tuah Mourinho yang telah meraup tiga gelar Liga Primer bersama Chelsea. Persaingan Liga Primer pun bakal kian semarak dengan kehadirannya untuk kembali beradu taktik dengan seteru lama, Pep Guardiola (Manchester City) serta Juergen Klopp (Liverpool). Selain tentu persaingan dengan mantan klub lamanya, Chelsea dan Manchester United. (AFP/R-2)

BERITA TERKAIT