21 November 2019, 03:40 WIB

Dokter Indonesia Kritik Imej Sesat Vape


MI | Humaniora

AFP
 AFP
Vape

IKATAN Dokter Indonesia (IDI) mengkritik imej sesat bahwa rokok elektrik (vape) itu menyehatkan. Kampanye sesat tersebut dimunculkan oleh segelintir pihak dengan memanfaatkan dokter dan ilmuwan.

“Rokok elektronik dianggap seolah menjadi produk alternatif bagi perokok yang ingin berhenti merokok, (dan ini) dimanfaatkan industri rokok besar dengan mendekati organisasi kesehatan, peneliti, akademisi, dan sebagainya yang peduli pada kesehatan masyarakat terkait masalah rokok,” ujar Ketua IDI Daeng Mohammad Faqih dalam keterangan resminya, kemarin.

Kampanye sesat itu, sebut Daeng, juga turut dilakukan oleh yayasan bentukan sebuah perusahaan asal Amerika Serikat yang bergerak di industri rokok dan tembakau.

“Untuk membicarakan masalah ini, IDI bekerja sama dengan Komnas Pengendalian Tembakau dan South East Asia Tobacco Control Alliance mengadakan diskusi bersama organisasi-organisasi perhimpunan di bawah lDl, yang dilanjutkan dengan penyampaian pernyataan sikap kami pada Kamis, 21 November 2019,” pungkasnya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan rokok elektrik sama bahayanya dengan rokok biasa bagi si perokok dan orang lain yang terpapar asapnya.

Centers for Disease Control and Prevention di Amerika menyebut kasus paru-paru terkait vape yang dikonfirmasi mencapai 1.479 kasus hingga 15 Oktober 2019.  Pekan lalu, seorang pria berusia 18 tahun di Belgia menjadi korban pertama vape.

Filipina juga melaporkan kasus pertama cedera paru-paru terkait rokok elektrik pada Jumat (8/11). Kemarin, Presiden Filipina langsung memerintahkan  polisi untuk menangkap pengguna rokok elektrik di depan umum. (Ata/H-2)

BERITA TERKAIT