21 November 2019, 02:40 WIB

IPC Siapkan Capex Rp7,6 Triliun


Faustinus Nua | Ekonomi

ANTARA
 ANTARA
Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Masassya 

PT Pelabuhan Indonesia II (IPC) mengalokasikan investasi atau capital expenditure (capex) untuk tahun 2020 senilai Rp7,6 triliun.

"Investasi atau capex tahun 2020 dalam rencana kita Rp7,6 triliun," ujar Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Masassya dalam diskusi 'Era Baru Pelabuhan' di Jakarta, kemarin.

Anggaran sebesar itu, sambungnya, untuk membiayai penyelesaian pengerjaan beberapa pelabuhan-pelabuhan yang saat ini sudah dalam tahap konstruksi.

Hingga kuartal ketiga 2019, Pelindo mencatat laba perusahaan sebesar Rp2,21 triliun. Angka itu naik 18,38% jika dibandingkan dengan capaian kuartal ketiga 2018.

Sementara, pendapatan usaha mencapai Rp8,56 triliun, naik sebesar 2,41% dibandingkan capaian periode yang sama tahun 2018.

IPC optimistis laba bersih tahun ini bisa melampaui laba bersih perusahaan tahun 2018 yang sebesar Rp2,43 triliun.

Elvyn menjelaskan bahwa Pelindo II akan fokus mencermati peluang untuk memaksimalkan capaian revenue stream maupun throughput pada dua bulan terakhir 2019. Tren kenaikan laba perusahaan harus dipertahankan.

Dilihat dari sisi kinerja operasional, traffic arus peti kemas hingga kuartal ketiga tercatat sebesar 5,62 juta TEUs. Capaian itu naik dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 5,58 juta TEUs. Demikian juga dengan arus nonpeti kemas yang terealisasi sebesar 43,2 juta ton. Angka itu naik 1,14% dibandingkan periode yang sama tahun 2018 yang sebesar 42,7 juta ton.

Untuk arus penumpang, Pelindo II mencatat kenaikan dari 505 ribu penumpang menjadi 905,5 ribu penumpang.

"Arus penumpang yang tumbuh 81,11% menunjukkan moda transportasi laut kembali menjadi alternatif. Ke depannya, IPC akan melakukan moderninasi dan digitalisasi sarana dan prasarana di terminal penumpang," kata Elvyn.

Di kesempatan yang sama, Elvyn juga menyampaikan optimismenya akan rencana pembentukan holding Pelindo.

"Saya sangat yakin Pelindo akan menjadi holding. Bahkan suatu hari nanti hanya akan ada satu Pelabuhan Indonesia yakni Pelindo Incorporated yang mengelola pelabuhan dari Sabang sampai Merauke, tapi tentu ada regional-regionalnya," ujarnya.

 

Holding BUMN

Di kesempatan berbeda, Terkait dengan rencana pembentukan holding sejumlah BUMN sejenis, Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga menyampaikan kecil peluang bagi terbentuknya holding BUMN Karya atau konstruksi.

"Holding untuk kekaryaan sepertinya, kendati lagi dikaji, kecil kemungkinannya untuk terbentuk," ujarnya, kemarin.

Arya mengatakan banyak pertimbangan yang membuat holding karya berpeluang kecil untuk terbentuk.

"Nanti akan dicarikan model bisnis yang terbaik untuk menyinergikan perusahaan-perusahaan karya," katanya.

Rencananya perusahaan induk BUMN bidang infrastruktur atau karya akan terdiri atas enam perusahaan yaitu PT Hutama Karya (Persero) sebagai holding, dan didukung anggota holding yakni PT Jasa Marga, PT Adhi Karya, PT Waskita Karya, PT Yodya Karya, dan PT Indra Karya.

Pembentukan holding itu bertujuan untuk menciptakan badan usaha pelat merah yang besar, kuat, dan lincah, khususnya dalam mempercepat pembangunan proyek-proyek strategis nasional. (Ant/E-2)

BERITA TERKAIT