21 November 2019, 01:40 WIB

PB Djarum Ingin Pertahankan Tradisi


MI | Olahraga

ANTARA
 ANTARA
PB Djarum Ingin Pertahankan Tradisi

TRADISI melahirkan pebulutangkis tunggal putra kelas dunia ingin dipertahankan PB Djarum. Melahirkan pemain tunggal putra yang mampu mengharumkan nama Indonesia di level dunia seperti Liem Swie King, Alan Budikusuma, hingga Haryanto Arbi, ingin terus dilakukan klub bulutangkis yang berpusat di kota Kudus, Jawa Tengah tersebut.

“Bicara prioritas, sektor tunggal putra dan putri yang menjadi fokus kita. Namun, saya dan tim mendapatkan arahan bahwa PB Djarum secara tradisional dari dulu kita menghasilkan tunggal putra terbaik,” kata Manajer PB Djarum, Fung Permadi di GOR Djarum, Kudus, kemarin.

Fung berharap pada putaran final Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis 2019, akan lahir atlet tunggal putra yang mampu menorehkan prestasi di level dunia di masa depan. Di masa mendatang, tambah Fung, PB Djarum berharp bisa melahirkan pemain tunggal putra dengan prestasi seperti di sektor ganda putra dan ganda campuran.

Di sektor ganda putra, PB Djarum memiliki atlet sekaliber Kevin Sanjaya dan Muhammad Ahsan yang membawa Indonesia meraih gelar bergengsi tahun ini. Sedangkan, untuk ganda campuran ada Tontowi Ahmad dan Liliyanan Natsir yang meraih medali emas Olimpiade 2016 Rio.

“Jadi, arahannya audisi umum kali ini lebih banyak ke putra walaupun jumlah atlet putri sedikit. Kenyataannya di PB Djarum ini kita mempunyai jagoan di U-15 ada 5-6 orang putri, tapi putra (jagoan) cuma 1-2 orang,” kata Fung.

Pada putaran final Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis 2019 yang berlangsung 20-23 November, 134 peserta dari kelompok U-11 dan U-13 akan berjuang menjadi yang terbaik. Jika saat audisi tim pencari bakat diisi legenda bulutangkis Indonesia dan pelatih PB Djarum, pada putaran final tim pencari bakat adalah para pelatih PB Djarum.

“Mereka yang lolos akan tampil sesuai kelompok umur dan dipantau langsung para pelatih PB Djarum. Dengan demikian, kami bisa menilai bakat dan kemampuan para peserta seobjektif mungkin,” tutur Fung. (Faj/R-1)  

BERITA TERKAIT