20 November 2019, 13:39 WIB

Gedung Putih Serang Saksi Pemakzulan Trump


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

AFP/Chip Somodevilla/Getty Images
 AFP/Chip Somodevilla/Getty Images
Letnan Kolonel Alexander Vindman

GEDUNG Putih menyerang pejabat top Amerika Serikat untuk Ukraina ketika dia bersaksi pada sidang pemakzulan bahwa panggilan telepon yang dilakukan Presiden Donald Trump tidak tepat dan telah membuatnya kaget.

Letkol Alexander Vindman mengatakan kepada Kongres bahwa Presiden Trump membuat tuntutan politik yang tidak pantas kepada Presiden Ukraina.

"Saya tidak percaya apa yang saya dengar," kata Vindman.

Audiensi sedang menyelidiki apakah Trump menyalahgunakan kekuasaan presidennya.

Seorang veteran perang Irak dan bertugas dalam peran senior di Dewan Keamanan Nasional AS (NSC), Vindman memberikan kesaksian di hadapan DPR, Selasa (19/11), dengan mengenakan seragam militernya.

Baca juga: Sidang Pemakzulan Kian Pojokkan Trump

Ketika dia menggambarkan reaksinya mendengar panggilan antara Presiden Trump dan mitranya dari Ukrania, Presiden Volodymyr Zelensky, Vindman diserang oleh akun Twitter resmi Gedung Putih, yang mengunggah kutipan kritis dari mantan bosnya di NSC yang mempertanyakan penilaiannya.

Anggota kongres Republik menekan Vindman atas pernyataannya dan mempertanyakan kesetiaannya kepada AS.

Vindman mengatakan kepada komite intelijen DPR AS bahwa ia prihatin dengan tuntutan Trump untuk menyelidiki Biden.

"Itu mungkin merupakan elemen kejutan yang mungkin, dalam hal tertentu, ketakutan terburuk saya tentang bagaimana kebijakan Ukraina kami bisa dimainkan," katanya.

"Tidak pantas bagi presiden untuk meminta-meminta penyelidikan terhadap lawan politik, terutama (dari) kekuatan asing. Tentu timbul keragukan itu akan menjadi penyelidikan yang sepenuhnya tidak memihak dan akan memiliki implikasi yang signifikan jika itu menjadi pengetahuan umum," ujarnya kepada komite. (BBC/OL-2)

BERITA TERKAIT