20 November 2019, 11:25 WIB

Tiga Saksi Diperiksa Pascaledakan di Kejari Pare-Pare


Antara | Nusantara

metrotvnews.com
 metrotvnews.com
Polisi memeriksa tiga saksi terkait ledakan di Kajari Pare-Pare, Selasa (19/11/2019).

POLRESTA Pare-pare telah memeriksa tiga saksi saat insiden ledakan di halaman belakang kantor Kejaksaan Negeri pada Selasa (19/11/2019).

"Ada tiga yang kami periksa. Itu dari internal Kejari sendiri yang berada di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) saat ledakan itu terjadi," sebut Kapolresta Pare-Pare, AKBP Budi Susanto, Rabu (20/11/2019).
       
Ia mengatakan, pemeriksaan itu untuk meminta keterangan terkait suara ledakan yang terjadi serta dari mana asal suara, termasuk apa yang meledak di kantor Kejari setempat. Selain itu pihaknya masih menunggu hasil investigasi yang di lakukan tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Brimob Polda Sulsel dan tim Laboratorium Forensik Polda Sulsel untuk memastikan ledakan yang menggegerkan warga Pare-pare pada Selasa kemarin.   

"Kita masih tunggu investigasi dari tim Jibom Gegana Polda Sulsel dan Tim Labfor Polda untuk memastikan ledakan itu, terkait dugaan betul tidaknya itu detonator. Kita masih tunggu hasil investigasinya," tambahnya.

Saat ini tim dari Jibom Gegana Brimob Polda Sulsel bersama tim Labfor Polda Sulsel masih melakukan investigasi di lokasi ledakan. Brimob Polda Sulsel menurunkan dua unit Jibom untuk melakukan investigasi ledakan tersebut.Sementara aktivitas di kantor penegak hukum itu kembali normal pasca insiden ledakan diduga detonator yang pernah dimusnahkan di halaman belakang kantor setempat.    

"Sudah berkantor seperti biasalah, semua aktivitas juga seperti biasa, biarkan petugas Brimob yang melaksanakan tugasnya," ujar Kepala Kantor Kejari Pare-pare, Amir Syamsuddin.

Ia menerangkan, ledakan yang terjadi kemarin sore, adalah sisa barang bukti hasil tangkapan beberapa waktu lalu dari pelaku kejahatan menggunakan detonator untuk membom ikan di laut setelah divonis penjara.   

"Itu kan (lokasi ledakan) tempat pemusnahan barang bukti yang ditanam di situ (disemen). Nah, kemudian pas dibersihkan, sampah dibakar dekat lokasi ledakan," tuturnya.    

baca juga: Kebakaran di Pasar Ciawitali Kerugian Ditaksir Rp300 Juta

Saat ditanya berapa jumlah detonator yang dimusnahkan kala itu di halaman kantor kejari, dan apakah akan diangkat semua atau tidak, kata Amir, menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.  Hingga saat ini sejumlah anggota Kepolisian dan Brigade Mobile Polda Sulsel masih berjaga di area lokasi ledakan dan menunggu tim Jibom untuk melakukan investigasi. Sebelumnya, Komandan Satuan (Dansat) Brigade Mobile Brimob Polda Sulsel, Kombes Pol Muhammad Anis Prasetya, melakukan peninjauan di lokasi ledakan serta menghimbau masyarakat agar menjauhi lokasi ledakan untuk mengantisipasi ledakan susulan. (OL-3)    

 

 

BERITA TERKAIT