20 November 2019, 10:15 WIB

Mendag : Harga Kebutuhan Pokok masih Stabil


Lina Herlina | Nusantara

MI/Lina Herlina
 MI/Lina Herlina
Menteri Perdagangan RI Agus Suparmanto (berbatik) berdialog dengan pedagang di  Pasar Pa'baeng-baeng, Makassar, Sulsel, Rabu (20/11/2019).

MENTERI Perdagangan RI Agus Suparmanto, memantau ketersedian kebutuhan pokok dan harga pangan di Pasar Pa'baeng-baeng, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Rabu (20/11/2019). Pemantauan tersebut dilakukan sebagai langka awal melihat stabilitas harga dan pangan menjelang Natal dan Tahun Baru.

"Kita pilih Makassar, karena di sini hub Indonesia bagian timur. Jadi ini start awal. Dan dari sini, kita ke daerah lain," kata Agus usai kunjungan.

Dari pantauan dan berbincang dengan sejumlah pedagang di pasar, Agus menyebut harga masih stabil dan sesuai dengan harapan.

"Kita juga ingin agar pedagang-pedagang di sini merasa puas, karena harga di sini bagus sudah sesuai harga eceran tertinggi (HET)," sebutnya.

Bahkan menurutnya, agar tidak ada permainan harga di pasar, Kemendag  memasang monitor, agar pedagang dan semua bisa memantau harga di pasaran.

"Jika ada harga yang lewat dari itu (HET), maka kita langsung lakukan operasi pasar," tegas Agus Suparmanto yang didampingi Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Suhanto dan Sekda Provinsi Sulsel Abdul Hayat Gani.

Adapun pantauan harga di Pasar Pa'baeng-baeng Makassar, seperti beras kelas premium Rp12 ribu per kilogram, minyak goreng Rp12 ribu per liter, gula pasir Rp12 ribu per kilogram. Harga telur ayam negeri Rp42 ribu per rak berisi 30 butir. Jadi harga per butir Rp1.400.

"Harga naik karena maulid, sebelumnya hanya Rp38 ribu per rak," ungkap Diswan, 52, pedagang telur.

Sementara harga ayam potong Rp48 ribu per ekor, seberat 2,85 kilogram. Lalu harga bawang merah Rp25 ribu per kilogram, bawang putih Rp26 ribu per kilogram, dan cabai merah Rp20 ribu per kilogram. Harga daging sapi juga masih normal, antara Rp100 ribu hinggq Rp120 ribu  per kilogram. Harga daging tetelan antara Rp50 ribu- Rp60 ribu per kilogram.

"Intinya, kita selalu ingin menjaga ketahanan pangan. Langkah yang kami lakukan salah satunya menjaga stabilitas suplai supaya tidak ada keluhan dari pedagang dan konsumen. Semua cukup dan tidak banyak dijatah, serta jualnya lebih baik," tandas Agus.

baca juga: Babel Batasi Pembelian BBM Bersubsidi Dengan Kartu Kendali

Saat ditanya, apakah ada keluhan dari pedagang, Agus Suparmanto mengaku tidak ada. Tapi pedagang memberi masukan dan akan ditindaklanjuti. Masukannya adalah perbaikan kualitas pasar, seperti sarana dan prasarana.

"Jadi pasarnya akan kita upgrade," tukasnya. (OL-3)

BERITA TERKAIT