20 November 2019, 09:53 WIB

Hari Ini, Abe Resmi Jadi PM Jepang dengan Masa Jabatan Terlama


Willy Haryono | Internasional

AFP/Behrouz MEHRI
 AFP/Behrouz MEHRI
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe

SHINZO Abe, Rabu (20/11), mencetak sejarah sebagai perdana menteri Jepang dengan masa jabatan terlama. Namun, sejumlah tujuan ambisius Abe, termasuk revisi konstitusi negara untuk memperkuat militer Jepang, masih jauh dari jangkauan.

Hari ini menandai masa jabatan Abe yang telah mencapai 2.887 hari. Abe memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang Taro Katsura, seorang politikus Jepang yang berkuasa tiga kali antara 1901 dan 1913.

Dikutip dari AFP, Abe juga menjadi pemimpin kedua dengan masa jabatan terlama di Group of Seven (G7). Ia berada di belakang Kanselir Jerman Angela Merkel yang telah menjadi petinggi negara anggota G7 sejak 2005.

Kekuasaan Abe masih tetap tidak tergoyahkan saat ini, dengan masa jabatan yang diyakini akan terus berlangsung hingga setidaknya September 2021. Sejauh ini, belum ada tokoh yang disebut-sebut akan menggantikan PM Abe.

Baca juga: Senat AS Sepakati UU Dukung HAM di Hong Kong

Namun, sang perdana menteri masih memiliki banyak urusan yang belum terselesaikan. Usai perombakan kabinet beberapa waktu lalu, Abe sempat berkata dirinya berharap dapat "menjalankan tantangan untuk menciptakan negara baru."

Ia berulang kali menekankan ambisi lamanya, yakni merevisi konstitusi pascaperang Jepang. Revisi diperlukan Abe untuk mengubah status Pasukan Pertahanan Diri Jepang (SDF).

Ambisi Abe sulit terwujud karena sejumlah partai oposisi menolak rencana revisi konstitusi. Reputasi Abe juga tercoreng pengunduran diri dua menteri serta munculnya sebuah skandal kronisme.

Saat ini, Abe mendapat sejumlah kritik karena mengundang terlalu banyak pendukungnya untuk menghadiri pesta melihat bunga sakura yang menghabiskan biaya besar. Kritik ini memaksa Pemerintah Jepang membatalkan acara tahunan tersebut pada tahun depan.

Meski Abe dikelilingi kontroversi, sejumlah pakar menilai koalisi Pemerintah Jepang saat ini tidak menghadapi ancaman besar di parlemen dan juga di internal Partai Demokratik Liberal (LDP).

"Tidak ada rival kuat di dalam LDP dan fondasi Abe di partai tersebut juga stabil," tulis artikel surat kabar konservatif Yomiuri Shimbun.

Sebuah survei media NHK, bulan ini, memperlihatkan dukungan warga terhadap LDP masih tetap kuat di angka 36,8%. Sementara kubu oposisi, Partai Demokratik Konstitusional, hanya mendapat 6,3% dukungan. (Medcom/OL-2)

BERITA TERKAIT