20 November 2019, 08:30 WIB

Jepang dan Korea Komit Tanam Modal Rp100 Triliun


Andhika Prasetyo | Ekonomi

MI/RAMDANI
 MI/RAMDANI
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

SETELAH sukses menangkap komitmen investasi sebesar Rp40 triliun dari beberapa perusahaan Jepang, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita melanjutkan perburuan ke Korea Selatan.

Kemarin, delegasi Indonesia yang dipimpin Agus bertemu dengan jajaran direksi Lotte Chemical di Seoul, Korea Selatan.

Dari pertemuan tersebut, korporasi asal 'Negeri Ginseng' itu menyatakan komitmen untuk menanamkan modal sebesar US$4,3 miliar atau setara Rp60,5 triliun ke Indonesia.

"Dana segar tersebut digelontorkan untuk membangun kompleks pabrik petrokimia di Cilegon, Banten," ujar Agus Gumiwang dalam keterangan resmi, tadi malam.

Lotte Chemical melalui PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) tengah membangun kompleks petrokimia senilai US$3,5 miliar di Cilegon, Banten. Melalui pertemuan dengan Menteri Agus, Lotte menyatakan akan menambah investasi menjadi US$4,3 miliar untuk memperluas pabrik tersebut.

Dengan tambahan investasi itu, Lotte akan meningkatkan kapasitas produksi naphta cracker menjadi 3,5 juta ton per tahun dari rencana sebelumnya 2 juta ton per tahun.

Naphta cracker merupakan bahan baku utama produk-produk petrokimia, seperti ethylene, propylene, dan polypropylene.

Sebelumnya pada Senin (18/11), Agus melakukan pertemuan maraton dengan delapan industri di Hotel Imperial, Tokyo. Dalam pertemuan itu sejumlah industri di Jepang menyatakan komitmen untuk berinvestasi di Indonesia. Hingga 2023, rencana investasi Jepang di Indonesia untuk sektor manufaktur saja akan mencapai Rp40 triliun.

"Saya bisa sampaikan bahwa secara garis besar pertemuan dengan pihak industri Jepang sangat produktif. Sudah ada beberapa komitmen untuk investasi baru dan pengembangan," kata Agus seusai pertemuan.

Investasi baru yang dimaksud di antaranya dari industri petrokimia Asahi Chemical yang akan menanamkan investasi sebesar Rp1,3 triliun. Asahi akan membangun pabrik polivinil klorida (PVC) dengan kapasitas produksi 200 ribu metrik ton per tahun.

Selanjutnya, industri petrokimia asal Jepang, Nippon Shokubai, juga siap menginvestasikan modal baru sebesar US$ 270 juta.

Selain itu, ada pula rencana investasi dari Toyota Group sebesar Rp28,3 triliun dan Honda sebesar Rp5,1 triliun. (Pra/Ant/X-10)

Sumber: Kemedag/BKPM

BERITA TERKAIT