20 November 2019, 06:39 WIB

Prancis Dipaksa Bekerja Keras oleh Jepang di Piala Davis


Basuki Eka Purnama | Olahraga

AFP/GABRIEL BOUYS
 AFP/GABRIEL BOUYS
Ganda timnas Prancis Nicolas Mahut (kiri) dan Pierre-Hugues Herbert

PRANCIS sukses bangkit di ajang Piala Davis, Selasa (19/11), saat tim unggulan itu membutuhkan kemenangan di nomor ganda untuk meraih kemenangan atas Jepang.

Jepang, meski tanpa Kei Nishikori yang dibekap cedera, sukses nyaris membuat kejutan di hari kedua Piala Davis sebelum ganda Prancis Nicolas Maut dan Pierre-Hugues Herbert menyelamatkan jawara 10 kali Piala Davis itu.

Kemenangan pasangan Mahut/Herbert 6-7 (4/7), 6-4, dan 7-5 atas pasangan Ben McLachlan dan Yasutaka Uchiyama memastikan Prancis menang setelah Gael Monfils secara mengejutkan menyerah 7-5 dan 6-2 dari Yishihito Nishioka.

Sebelumnya, Prancis unggul setelah Jo-Wilfried Tsonga menang 6-2 dan 6-1 atas Uchiyama.

Baca juga: Rusia Kalahkan Juara Bertahan Kroasia di Piala Davis

Prancis yang tampil untuk ke-100 kalinya di ajang Piala Davis merupakan salah satu tim favorit untuk menjadi juara meski tim asal 'Negeri Mode' itu skeptis dengan perubahan pada turnamen berusia 119 tahun itu.

Format baru Piala Davis yang mulai berlaku pad atahun ini berarti turnamen itu akan dimainkan di satu venue selama satu pekan. Penyelenggara turnamen, salah satunya adalah bek Barcelona Gerard Pique, berharap hal itu akan menarik banyak penonton.

Namun, fakta di lapangan berbicara lain. Mantan semifinalis Prancis Terbuka Filip Dewulf, Senin (18/11), mencicit bahwa hanya ada 15 orang yang menonton laga antara Belgia dan Kolombia.

Adapun petenis putri Alize Cornet mencicit dialamatkan kepada Pique, "Untuk Gerard, saya rasa Anda belum pernah melihat turnamen Piala Davis yang asli! Piala Davis tidak seperti ini." (AFP/OL-2)

 

BERITA TERKAIT