20 November 2019, 06:30 WIB

Keberpihakan terhadap Disabilitas masih Minim


(AS/AD/RF/BY/H-1) | Humaniora

 ANTARA FOTO/Maulana Surya/aww.
  ANTARA FOTO/Maulana Surya/aww.
PELATIHAN SENI BAGI PENYANDANG DISABILITAS:

KEPEDULIAN dan keberpihakan pemerintah daerah terhadap penyandang disabilitas masih jauh dari harapan. Selain dukungan sarana yang minim, masih banyak pemerintah daerah yang tidak memiliki regulasi afirmasi terhadap penyandang disabilitas.

"Selama ini kami harus berjuang sendiri untuk hidup, bantuan datang untuk kami berasal dari lembaga yang getol memperjuangkan nasib kami," kata Wahyudi, seorang penyandang disabilitas di Jepara, kemarin. Menurut dia, semua penyandang disabilitas sebenarnya ingin berbuat sama dengan warga lain seperti berkarya dan mencari nafkah. Pada kenyataannya penyandang disabilitas di beberapa daerah seperti Blora dan Jepara, masih harus berjuang menghadapi kondisi fisik dan lingkungan sekitarnya yang tidak berpihak.

Apalagi payung hukum untuk perlindungan kaum disabilitas yakni peraturan daerah (perda) tidak kunjung selesai dibuat sehingga nasib mereka dan upaya perlindungan dirasakan belum sepenuhnya ada. Pengurus Yayasan Darma Bhakti Lestari yang juga Sekretaris DPD NasDem Jepara Nur Hidayat membenarkan dari 5.100 orang disabilitas di Jepara belum mendapat perhatian memadai dari pemerintah daerah.

"Banyak sarana prasarana di Kabupaten Jepara yang belum ramah terhadap penyandang disabilitas. Untuk itu keberadaan perda nanti diharapkan dapat mengatur tentang hak dan perlindungan terhadap disabilitas," ujarnya. Untuk diketahui, DPRD Jepara baru saja mengajukan ranperda inisiatif tentang Penyandang Disabilitas dan masih dalam pembahasan di Panitia Khusus (Pansus) III yang juga baru dibentuk sebulan lalu.

Ketiadaan perda diasabilitas juga ditemukan di Pemko Tasikmalaya, Jawa Barat. Sekretaris Dinas Sosial Kota Tasikmalaya, Hendra Budiman menjelaskan meski belum ada perda, pihaknya tetap memperhatikan kebutuhan penyandang disabilitas seperti pembangunan gedung perkantoran dan trotoar yang juga diperuntukkan bagi penyandang disabilitas. "Kita juga mengalokasikan anggaran meski sangat terbatas. Mereka akan menerima bantuan sebesar Rp300 ribu per bulan," ujarnya.(AS/AD/RF/BY/H-1)

BERITA TERKAIT