19 November 2019, 21:35 WIB

Cak Imin Mangkir dari Panggilan KPK


Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum

MI/M. Irfan
 MI/M. Irfan
Ketua Umum PKB Muhainim Iskandar

KETUA Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar absen dari panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Dia tidak memenuhi panggilan komisi untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi proyek infrastruktur di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Tahun Anggaran 2016.

"Sampai saat ini belum ada konfirmasi perihal alasan ketidakhadirannya. Tidak ada surat pemberitahuan," kata Pelaksana harian Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (19/11) malam.

Sedianya, politikus yang akrab disapa Cak Imin itu akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Direktur sekaligus Komisaris PT Sharleen Raya JECO Group Hong Arta John Alfred.

Dalam perkara itu, Hong Arta diduga menyuap Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara Amran Hi Mustary dan anggota DPR Fraksi PDIP Damayanti Wisnu Putranti.

Baca juga : KPK Kembali Periksa Kepala Dinas Terkait Suap Wali Kota Medan

Kasus itu berawal ketika KPK meringkus Damayanti dan tiga orang lainnya pada 2016. Dari operasi tangkap tangan, KPK menyita uang sejumlah 99 ribu dolar AS. Uang tersebut merupakan bagian dari komitmen fee untuk mengamankan proyek di Kementerian PUPR Tahun Anggaran 2016.

Total ada 12 orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut, termasuk eks politikus PKB Musa Zainuddin Musa dan Hong Arta.

Musa yang kala itu menjabat anggota Komisi V DPR di persidangan terbukti menerima suap sebesar Rp7 miliar terkait proyek pembangunan jalan di Maluku dan Maluku Utara.

Suap itu dilakukan agar Musa bisa memenangkan PT Windu Tunggal Utama dan PT Cahaya Mas Perkasa sebagai pemenang proyek jalan di Maluku dan Maluku Utara.

Komisi menduga duit yang diterima kepada Musa mengalir ke sejumlah koleganya di DPR dan petinggi PKB. Musa yang sudah dijatuhi hukuman selama sembilan tahun penjara itu kini mengajukan justice collaborator (JC).

KPK sebelumnya pernah memeriksa tiga politikus PKB, yakni Helmy Faishal Zaini, Jazilul Fawaid dan Fathan Subchi. Melalui ketiga politikus itu, penyidik komisi mendalami keterangan terkait dugaan adanya aliran dana ke sejumlah anggota DPR yang lain.

KPK juga pernah memeriksa saksi seorang swasta bernama Reka Putra untuk tersangka Hong Arta. Lewat Reka Putra, KPK menelusuri pengakuan eks Musa Zainuddin soal dugaan aliran dana ke politikus lain dari partai tersebut yakni Jazilul Fawaid. (OL-7)

BERITA TERKAIT