19 November 2019, 20:48 WIB

Platform Manajemen Kesehatan AI Atasi Minim Jumlah Dokter


mediaindonesia.com | Humaniora

Istimewa
 Istimewa
Prixa menginformasikan peluncuran sistem periksa tepat berbasis Artificial Intelligence (AI).

DENGAN populasi sebesar 267 juta jiwa saat ini, Indonesia hanya memiliki rata-rata satu dokter untuk setiap empat ribu populasi, sedangkan rekomendasi dari WHO (Organisasi Kesehatan Dunia)  adalah satu dokter untuk setiap seribu populasi.

Selanjutnya, sebagian besar biaya pelayanan kesehatan sebagian besar masih dibayarkan dengan uang tunai dan penetrasi asuransi kesehatan swasta masih tergolong rendah.

Terakhir, inovasi industri asuransi Indonesia, merujuk pada publikasi survei yang dilakukan lembaga Price Waterhouse Cooper (PWC), masih tertinggal jauh dibanding industri lainnya. Ketersediaan sarana digital berbasis data tidak diberdayakan secepat industri-industri lain.

Laporan PWC tersebut juga menyatakan pemaparan para eksekutif C-level di bidang asuransi bahwa banyak proses administratif masih tetap dilakukan dengan sangat manual, menyebabkan terjadinya penundaan dan kesalahan.

Oleh karena itu, terdapat banyak peluang bagi perusahaan-perusahaan teknologi di Indonesia seperti Prixa untuk meringankan isu-isu tersebut, yang diharapkan dapat mengubah arahan manajemen kesehatan di Indonesia.

Merujuk pada analisis lanskap Sistem Pelayanan Kesehatan di Indonesia berdasarkan publikasi oleh Oliver Wyman dan PWC, Prixa melihat saat ini banyak ditemukan tantangan di infrastruktur bidang kesehatan di Indonesia, terutama mengenai ketersediaan dokter

Sebagai pilar pertama platform manajemen kesehatan terpadu, sistem periksa tepat berbasis artificial inteligence (AI), Prixa menata ulang berbagai keahlian dan pengalaman tim dokter dari berbagai disiplin ilmu kedokteran dan menyusun segenap keahlian yang berharga itu menjadi sebuah sistem yang terpadu dan terukur.

Prixa, sebuah perusahaan teknologi Indonesia, mengadakan acara konferensi pers pada hari ini di Jakarta, Selasa (19/11).

Dalam acara yang sarat dengan informasi ini, Prixa menginformasikan peluncuran sistem periksa tepat berbasis Artificial Intelligence (AI) dan rencana Prixa untuk menyediakan platform manajemen kesehatan yang terpadu bagi masyarakat Indonesia.

Seiring peluncuran sistem periksa tepat berbasis AI ini, Prixa juga menginformasikan pengembangan dua pilar baru yang akan hadir sebentar lagi sistem klaim online terintegrasi dan sistem manajemen risiko.

 Sistem klaim online terintegrasi ini akan mengotomatisasi proses klaim manual yang panjang dan tidak efisien dengan mendigitalisasi prosedur standar operasinya.

Kemudian, sistem manajemen risiko akan mempersonalisasi kemampuan data untuk dapat menilai risiko setiap individu dan memberdayakan mereka dengan wawasan untuk membuat keputusan yang sesuai dalam hal kesehatan.

Pada jumpa pers, CEO Prixa, James Roring, MD mengatakan, “Visi Prixa adalah memberikan jaminan ketenangan masa depan bagi Anda dan generasi penerus kita dengan menjadi perusahaan teknologi pertama yang menyediakan platform manajemen kesehatan yang terpadu.

“Sebagai perusahaan Indonesia, kami melihat bagaimana Prixa dapat memberikan dampak secara positif dalam memperbaiki keseluruhan manajemen kesehatan di Indonesia dengan memanfaatkan teknologi kami, dan kami ingin melakukan hal itu dengan cara yang humanis,” papar Roring.

“Kami senang dapat bekerja sama dengan beberapa pemain besar di sektor asuransi, penyedia layanan kesehatan, dan juga perusahaan di bidang konsumen. Dan saat ini kami sedang dalam proses memperluas bisnis kami,” tuturnya. (OL-09)

BERITA TERKAIT