20 November 2019, 00:20 WIB

Bunga Citra Lestari Gaya Hidup Sehat


Atikah Ismah Wahyu | Hiburan

MI/Panca Syurkani
 MI/Panca Syurkani
Bunga Citra Lestari

AKTRIS dan penyanyi Bunga Citra Lestari (BCL), 36, mulai menjalani gaya hidup sehat, terutama setelah menikah. Tak heran, ia tetap terlihat segar dan bugar di tengah aktivitasnya yang padat.

"Kalau pola makan, aku menganut hidup sehat. Ini bukan hanya untuk menjaga bentuk badan atau berat badan di angka tertentu, tapi lebih ke punya kesadaran soal kesehatan dan gaya hidup yang sesuai sama aktivitasku," kata BCL, akhir pekan lalu.

Untuk nasi, misalnya, ia mengonsumsi nasi merah. Ia memilih nasi merah karena memiliki indeks glikemik lebih rendah dan lebih tinggi serat ketimbang nasi putih sehingga membuat badan tetap berenergi lebih lama. Nasi merah, lanjut BCL, kaya protein, zat besi, zinc, selenium, dan vitamin B.

Konsumsi nasi merah juga sejalan dengan keinginan BCL untuk mengurangi asupan gula harian demi menjaga kesehatan tubuhnya. "Aku mengurangi banget gula. Aku sadar usiaku, lebih baik mengurangi (gula)," ujar dia.

Istri Ashraf Sincalir itu mengaku hal tersebut dilakukan untuk menjaga metabolisme tubuhnya sekarang.

"Karena memang aku menyadari di umur aku sekarang ini lebih ringan dan metabolisme lebih baik dengan aku mengurangi sekali gula. Nasi kan karbo, ada gula. Kalau buat aku, nasi lebih ke nasi merah, brown rice," tambah juri kontes menyanyi Indonesian Idol itu.

Pelantun Sunny itu menuturkan, gaya hidup sehat seperti yang ia lakukan menjadi tren dalam masyarakat saat ini. "Aku pikir ini juga seiring kesadaran masyarakat yang semakin tinggi pada kesehatan," tutur perempuan kelahiran 22 Maret 1983 itu.

 

Terbantu teknologi

Kesibukan BCL sebagai aktris sering kali membuatnya tak bisa memonitor kondisi putranya, Noah. Apalagi jika mengalami gejala penyakit tertentu. Karena itu, BLC merasa terbantu dengan kecanggihan teknologi untuk mencari informasi mengenai sejumlah masalah kesehatan.

"Buat aku sebagai wanita karier sekaligus istri dan ibu, enggak bisa selalu memonitor kondisi anak di rumah. Kadang anak gejala mau sakit aku lagi enggak ada di rumah. Membawa dia ke dokter situasi enggak memungkinkan," tutur BCL.

"Dengan kecanggihan teknologi bantu aku secara personal. Memang bisa mencari di internet. Suatu gejala berkaitan dengan penyakit apa. Tapi enggak tahu source-nya. Sekarang berkomunikasi secara langsung dengan dokter (via aplikasi)," imbuh BCL dalam kampanye sebuah platform aplikasi kesehatan beberapa waktu lalu.

Namun, melalui platform layanan kesehatan digital, ia bisa berkomunikasi dengan dokter tanpa harus pergi ke klinik sang dokter. Hal ini bisa membantu menenangkan dirinya, ditambah adanya layanan pengantaran obat.

Keberadaan aplikasi serupa, ujar BCL, turut membantu menangkal hoaks di dunia kesehatan. Sering kali hoaks yang beredar menyangkut penyakit dan masalah kesehatan.

"Aku memang belum pernah kemakan hoaks, terpengaruh sih paling. Harus gimana dan seperti apa, ngeri juga loh hoaks di dunia kesehatan nomor dua setelah hoaks politik," ujarnya. (H-3)

 

BERITA TERKAIT