19 November 2019, 18:17 WIB

Polri Mulai Petakan Kerawanan Pilkada 2020


Ferdian Ananda Majni | Politik dan Hukum

Mi/Pius Erlangga
 Mi/Pius Erlangga
Sertijab Kabaharkam Polri dari Komjem Condro Kirono ke Irjen Firli Bahuri

KEPOLISIAN Republik Indonesia mulai memetakan kerawanan pelaksanaan pemilu kepala daerah (pilkada) serentak 2020 yang akan berlangsung di 270 daerah di Indonesia.

Kepala Badan Pemeliharaan Kemanan (Kabaharkam) Polri Irjen Firli Bahuri mengatakan, kerawanan bisa saja terjadi dari setiap tahapan Pilkada. Tiap daerah pun punya karakteristik kerawanan yang berbeda.

"Sudah kami petakan daerah mana saja yang rawan, tahapan-tahapan pilkada, kami bahas semuanya," kata Firli di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (19/11).

Firli memastikan, Polri siap untuk mengamankan tiap tahapan Pilkada yang berlangsung mulai dari penyiapan logistik, kampanye, pemungutan suara, penetapan suara, hingga pengajuan sengketa ke Mahkamah Konstitusi.

Baca juga : Jangan Balik Tesis Biaya Tinggi Pilkada

"Tugas pokok Kabaharkam adalah melaksanakan terwujudnya keamanan dan ketertiban masyarakat. Ke depan, kita akan menghadapi pilkada serentak kurang lebih 270 daerah," sebutnya.

Firli menambahkan, ia juga telah melakukan sinergitas dan komunikasi yang intens dengan Kabaharkam sebelumnya terkait capaian Baharkam dan tantangan baharkam ke depan.

"Tantangan yang dekat pengamanan natal dan tahun baru. Kedua beberapa agenda nasional pilkada. Yang ketiga Indonesia negara besar negara kepulauan tentu Baharkam harus membuat kebijakan bagaimana bisa mengamankan wilayah yang luasnya 17 ribu pulau itu," pungkasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT