19 November 2019, 18:14 WIB

NKCTHI jadi Penanda 15 Tahun Kiprah Angga Sasongko


Fathurrozak | Weekend

MI/Fathurrozak
 MI/Fathurrozak
Film NKCTHI menandai 15 tahun kiprah sutradara Angga Dwimas Sasongko.

Pada awalnya, NKCTHI ialah buku laris karya Marchella FP, yang menjadi hit di kalangan generasi Y dan Z. Isinya mirip-mirip flash fiction, atau kalimat-kalimat liris nan singkat, beserta ilustrasi.

Saking hitnya, rumah produksi Visinema Pictures kemudian mengalihwahanakan NKCTHI menjadi film. Jenny Jusuf didapuk sebagai penulis skenario, dengan didampingi Melarissa Sjarief, dan Angga Dwimas Sasongko di bangku sutradara.

Pada filmnya, kisah berkutat pada sosok tiga bersaudara: Awan (Rachel Amanda), Aurora (Sheila Dara Aisha), dan Angkasa (Rio Dewanto), juga hubungan ketiganya dengan orang tua mereka yang masing-masing diperankan Donny Damara dan Susan Bachtiar.

Selain berkisah pada dinamika dalam keluarga, plot juga mengangkat intrik kehidupan Awan dalam menjalani kehidupan, termasuk pertemuannya dengan Kale (Ardhito Pramono) yang kemudian memengaruhi dirinya.

"Ini tentang tiga saudara yang masing-masing punya sifat dan masalah sendiri. Kemudian Awan yang jadi anak bontot, ketemu dengan Kale, dan dia berusaha tumbuh mandiri dan mencoba untuk berontak. Permasalahan yang hadir juga memicu setiap kita punya keluhan masing-masing dan berontak terhadap orangtua dan membongkar rahasia keluarga," tutur Rachel Amanda dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (19/11).

Sebagai 'pemanasan' sebelum film diluncurkan, Visinema baru-baru ini merilis NKCTHI versi web series di kanal Youtube dengan jumlah tiga episode. Namun, Angga yang bertindak sebagai sutradara, menyebutkan ada perbedaan lini masa antara NKCTHI versi web series dan versi film.

"Beda timeline. Seperti semua film yang Visinema kembangkan, kami mencoba panjangkan timeline. Jadi kalaupun mau dibuat sekuelnya, tidak panik," jawab Angga, dalam kesempatan serupa.

BACA JUGA: Kisah David dan Goliath di Arena Balap

"Di web series merupakan timeline setelah film. Kalau di series kan dia (Awan) sudah establish dengan bekerja di sebuah firma, dan menjadi arsitek junior. Anggia (Kharisma), produser film ini, ingin kenalkan IP (intelectuall property/hak kekayaan intelektual). Kalau saya, mau ngetes sebenarnya apa yang terjadi ketika penonton disajikan dengan pendekatan penceritaan yang waktu di dalam serialnya ialah nonlinear. Apakah bisa membuat mereka untuk mengikuti cerita?" lanjut Angga.

Anggia menambahkan, di samping peluncuran web series, pihaknya akan menghelat serangkaian kampanye 'pemanasan' lain, di antaranya ialah penggunaan tagar #SetiapKeluargaPunyaRahasia. "Akan buat konser juga kemungkinan," papar Anggi.

Soal pengembangan karakter dalam skenari yang ditulis selama kurang lebih 7-8 bulan itu, Angga mengungkapkan intrik dikumpulkan melalui cerita-cerita yang masuk dalam platform NKCTHI.

"Pengembangan karakter dan masalah bukan sekadar dari buku dan quote. Melainkan platform NKCTHI sebagai ruang bertukar cerita. Bagaimana karakter utama berangkat dari buku. Lalu, plot dan keseluruhan kehidupan di film diisi oleh kisah dari orang-orang di platform NKCTHI," tuturnya.

"Kita buatkan tabulasi dari kata kunci yang sudah terkumpul. Lalu muncul petunjuk dari situ. Mulai dari konflik, persoalan, tema tentang dendam, dan rahasia dikumpulkan jadi satu, dirangkai menjadi cerita. Tidak semuanya ditaruh di karakter Awan, tetapi kita bagi ke karakter lain. Ini cerita dari kamu yang kami buat untuk kita," ungkap sutradara Filosofi Kopi ini.

Angga kembali duduk di kursi sutradara setelah beberapa waktu lalu ini lebih fokus memproduseri. Menurutnya, film ini menjadi penting karena sebagai penanda 15 tahun ia berkarya. Selain itu, ia mengungkapkan juga bisa mengeksplorasi unsur-unsur yang belum ia lakukan di film-film terdahulu, dalam NKCTHI. Misalnya, elemen waktu.

"Saya tidak pernah punya kesempatan membuat film dengan ruang waktu yang lebih banyak. Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini punya empat ruang waktu. Yaitu pada 1998, tahun 2000-an (2004 dan 2007), dan 2019. Waktu untuk penceritaan menjadi benda yang menarik untuk dieksplorasi. Dalam film sebelumnya, saya tidak pernah memiliki pendekatan waktu nonlinier seperti di NKCTHI ini," pungkasnya. (M-2)

BERITA TERKAIT