19 November 2019, 12:17 WIB

Digaji Rp28 Juta, Lulusan IPDN Incar Posisi ASN di DKI Jakarta


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

MI/RAMDANI
 MI/RAMDANI
Sejumlah PNS DKi Jakarta berfoto bersama usai halal bihalal bersama Gubernur Anies Baswedan.

KEPALA Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Chaidir membenarkan bahwa banyak lulusan mengincar bekerja di DKI Jakarta karena gaji yang besar, khususnya bagi lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Tidak tanggung-tanggung, gaji lulusan IPDN bisa menembus Rp28 juta.

"Jika yang bersangkutan menjabat struktural, kompenen tunjangannya bertambah diperkirakan dapat mencapai di kisaran Rp28 juta," kata Chaidir saat dikonfirmasi, Selasa (19/11).

Chaidir menjelaskan secara rinci gaji PNS Gol IIIa STPDN adalah sebesar Rp2.579.000. Lalu, dia akan mendapat tunjangan kinerja dan lainnya tergantung kemampuan APBD dan kebijakan instansi lainnya.

Di DKI Jakarta, diberlakukan Tunjangan Kinerja Daerah sebesar Rp17.370.000 dengan standar kinerja untuk jabatan fungsional umum teknis trampil. Sehingga total yang diterima lulusan STPDN yang baru menjadi PNS 100%, bila bertugas di DKI Jakarta, akan menerima total gaji sebesar Rp19.949.000.

Baca juga: DPRD Akan Sisir Pengajuan Raperda Pemprov DKI

Menurut Chaidir, untuk gaji CPNS maupun PNS seluruhnya secara nasional diatur dalam Peraturan Pemerintah N.15 tahun 2019 tentang perubahan Ke 18 PP No 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji PNS.

"Jadi pendapat Pak Menteri (Tjahjo Kumolo) ada benarnya (mendapat gaji Rp28 juta). Sehingga, para purnapraja IPDN berbondong bondong ingin menjadi PNS DKI Jakarta," jelas Chaidir.

Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB), Tjahjo Kumolo mengatakan banyak lulusan yang berlomba-lomba masuk ke IPDN karena gaji yang besar.

"Lulusan IPDN juga semua jadi problem. Maunya alumni IPDN itu masuk DKI semua, karena DKI itu begitu lulus IPDN dapat gajinya Rp28 juta,” kata Tjahjo. (OL-2)

BERITA TERKAIT