19 November 2019, 11:33 WIB

Kalteng Genjot Produksi Kopi dan Kakao


Surya Sriyanti | Nusantara

MI/Surya Sriyanti
 MI/Surya Sriyanti
Kepala Dinas Perkebunan Kalteng, Rawing Rambang (tengah) saat memaparkan kondisi  perkebunan kopi dan kakao di Kalteng.

Pemprov Kalimantan Tengah saat ini terus mengembangkan komoditas kopi dan kakao. Hal ini untuk mengimbangi dua komoditas unggulan yang sudah lebih dulu yakni kelapa sawit dan karet.

"Sejak 2016 Kalteng sudah mengembangkan dua komoditas ini. Luas area dan produksi terus meningkat hingga saat ini," kata Kepala Dinas Perkebunan Kalteng, Rawing Rambang kepada wartawan, Selasa (19/11/2019).

Dijelaskan Rawing, untuk pengembangan komoditas kopi dilakukan di  Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito. Untuk wilayah Kabupaten Pulang Pisau, Kapuas dan Katingan komoditas yang cocok adalah kakao.

"Bahkan saat ini ada permintaan kakao 20 ribu to kepada Kalteng. Namun kita tidak mampu memenuhinya, karena produksi kita masih kecil," terangnya.

Ke depan pihaknya akan terus meningkat luas area dan produksi dua komoditas ini, karena yang menanam adalah masyarakat Kalteng.

"Kita akan terus bantu peningkatan dua komoditas ini dari APBD. Sebab dengan terus meningkat pertumbuhan maka secara otomatis terjadi peningkatan kesejahteraan petaninya," tambah Rawing.

Rawing berharap kurun waktu 4-5 tahun ke depan komoditas ini akan menjadi komoditas unggulan selain sawit dan karet.

"Karena dua komoditas ini untuk keperluan sehari-hari jadi terus ada permintaan dan peningkatan," jelasnya.

baca juga: Penghijauan di DAS Toba Antisipasi Banjir

Seperti diketahui, untuk dua komoditas sejak tahun 2016 -2019 misalnya kopi luas areal dari 1.574 hektar meningkat tahun 2019 menjadi 2.325 hektar dengan produksi 382 ton. Sementara untuk kakao luas area 1.912 hektar menjadi 2.998 hektar dan produksi  dari 779 ton menjadi 1.404 ton. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT