19 November 2019, 10:30 WIB

Pengiriman Taruna ke Malaysia Dipertanyakan


Media Indonesia | Politik dan Hukum

ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma
 ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma
Wakil Ketua Komisi I Abdul Kharis Almasyhari.

RENCANA Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengirim taruna akademi militer (akmil) untuk belajar di Malaysia menuai tentangan dari Komisi I DPR.

Wakil Ketua Komisi I Abdul Kharis Almasyhari mempertanyakan maksud Menhan tersebut.

"Kita belum tahu maksud mengirimkan taruna untuk apa, tukar pelajar atau apa? Nanti kita akan tanyakan kalau rapat kerja nanti," kata Abdul di kompleks parlemen, Jakarta, kemarin.

Ia setuju apabila yang dimaksud Prabowo berupa konsep pertukaran pelajar. Sebaliknya, tak setuju apabila taruna sekolah penuh di Malaysia. "Kalau selama jadi taruna sekolahnya di luar, enggak mungkin. Enggak mungkin lah, pendidikan empat tahun terus di luar semua."

Abdul mengatakan rapat kerja Komisi I dengan Menhan akan digelar seusai reses pada Januari 2020. Dia pun belum mau bicara banyak lantaran belum tahu maksud Ketua Umum Partai Gerindra itu. "Pernyataan dia (Menhan) perlu kita pelajari dulu. Mau pakai anggaran mana segala macam kan kita perlu pelajari dulu," ujarnya.

Wacana ini muncul saat Prabowo bertemu Menteri Pertahanan Malaysia Mohammad bin Sabu di Malaysia pada Kamis, 14 November 2019. "Bertekad membangun hubungan erat dengan Malaysia, akan mengirim cadets (taruna) untuk belajar di Malaysia," kata staf khusus bidang komunikasi publik dan hubungan antarlembaga Menhan, Dahnil Anzar Simanjuntak, Jumat (15/11).

Dalam kesempatan itu pula, Menhan Malaysia mengatakan negara mayoritas Islam di Asia Tenggara damai dan saling membantu, menjadi contoh bagi negara mayoritas Islam yang lain di dunia.

"Pak Prabowo menyatakan bahwa kontribusi Indonesia dan Malaysia sangat dibutuhkan untuk menjaga perdamaian tersebut, dan menunjukkan wajah negara-negara mayoritas Islam di ASEAN sebagai negeri yang cinta damai," pungkasnya.

Prabowo mengatakan Malaysia ialah negara pertama yang dikunjungi setelah dilantik sebagai Menhan. "Saya melaksanakan lawatan kunjungan resmi pertama sebagai Menhan, dan yang pertama saya kunjungi ialah Malaysia," ucap Prabowo.

Dalam pertemuannya dengan Menhan Malaysia, Prabowo mengaku mendapat tugas khusus dari Presiden Jokowi untuk mempererat hubungan dan persahabatan dengan Malaysia.

ANTARA/Agus Setiawan

Prabowo bertemu Menteri Pertahanan Malaysia Mohammad bin Sabu di Malaysia.

 

Dalam pertemuan bilateral dengan Menhan Malaysia, Prabowo mengungkapkan banyak hal kesamaan pandangan dan pemikiran di antara kedua negara. Dan hal itu, akan menjadi modal yang kuat bagi kedua negara dalam meningkatkan kerja sama pertahanan.

"Saya sudah adakan pembicaraan dengan Yang Mulia Menteri Pertahanan Malaysia, banyak persamaan pandangan. Saya yakin hubungan kerja sama pertahanan Indonesia-Malaysia akan semakin baik," ungkap Prabowo. (Medcom/P-3)

BERITA TERKAIT