19 November 2019, 08:40 WIB

Pegang Teguh Konsensus Kebangsaan


Akmal Fauzi | Politik dan Hukum

MI/RAMDANI
 MI/RAMDANI
Juru bicara Presiden, Fadjroel Rachman.

PRESIDEN Joko Widodo meminta segenap anggota TNI dan Polri untuk memegang teguh konsensus kebangsaan.

Hal itu disampaikan saat Presiden menerima pimpinan TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara di Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin. Mereka datang bergantian dalam pertemuan tertutup itu.

Pimpinan komando kewilayahan TNI-AL terlebih dahulu datang sebanyak 24 orang, disusul pimpinan komando TNI-AU 19 orang.

Juru bicara Presiden, Fadjroel Rachman, mengatakan pertemuan tersebut sama seperti pertemuan Presiden dengan Pangdam seluruh Indonesia pada Kamis (14/11) terkait dengan konsensus kebangsaan.

"Agar memegang teguh konsensus kebangsaan, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan tetap membela Merah Putih," kata Fadjroel.

Selain itu, kata Fadjroel, Presiden meminta anggota TNI dan Polri untuk bersama-sama pemerintah menjaga serta menjalankan program yang telah dicanangkan dalam lima tahun ke depan.

"Agenda besar itu ialah peningkatan sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, penyederhanaan birokrasi, penyederhanaan regulasi, dan transformasi ekonomi," jelasnya.

Menurut Fadjroel, dalam pertemuan itu Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyampaikan terima kasih kepada pemerintah terkait dengan dukungan bagi TNI.

Di lain hal, Presiden saat ini masih memproses nama-nama yang diusulkan untuk menjadi Wakil Panglima TNI. "Semua jadi hak prerogatif Presiden untuk memutuskan atau menerima usulan," kata Fadjroel.

Calon potensial untuk mengisi posisi wakil panglima ialah para kepala staf di TNI, yaitu KSAD Jenderal Andika Perkasa, KSAL Laksamana Siwi Sukma Adji, dan KSAU Marsekal Yuyu Sutisna. (Mal/X-11)

BERITA TERKAIT