19 November 2019, 07:50 WIB

Utamakan Pendidikan Karakter di PAUD


(Ant/*/H-3) | Humaniora

 (ANTARA/Katriana)
  (ANTARA/Katriana)
 Nadiem Makarim berbincang sebelum memberikan keterangan kepada media usai acara Apresiasi Bunda PAUD di Balai Kartini Jakarta, Senin (18/11

MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mendorong pengutamaan pendidikan karakter pada anak dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini (PAUD) jika dibandingkan dengan pengajaran yang berfokus pada baca, tulis, dan hitung (calistung).

"Anak-anak juga perlu dibekali dengan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan berdaptasi yang mumpuni," jelas Nadiem dalam acara Apresiasi Bunda PAUD Kemendikbud bertajuk Memanfaatkan Peran Bunda PAUD menuju PAUD Berkualitas di Balai Kartini, Jakarta, kemarin.

Konsep belajar dan bermain dalam PAUD, lanjut Nadiem, berpengaruh dalam cara berkolaborasi dan cara menumbuhkan kreativitas siswa. "Standar sekolah dasar yang mengharuskan anak harus bisa calistung, harus diubah dan disinergikan oleh PAUD, supaya karakter anak terbentuk terlebih," imbuhnya.

Kemendikbud mendorong tumbuhnya kemampuan berpikir kritis dan analitis yang perlu diberikan sejak dini. "Intervensi di usia dini membuat perbedaan jangka panjang yang bersifat permanen. Di sinilah peran penting PAUD dan para Bunda PAUD," ujar Nadiem.

Tugas berat untuk membekali anak tersebut berada antara lain pada PAUD, para Bunda PAUD, serta tenaga pendidik lain. Oleh karena itu, Kemendikbud memberikan apresiasi atas kontribusi Bunda PAUD dalam pendidikan anak di usia dini.

Dalam kesempatan tersebut, istri Wakil Presiden, Wury Estu Handayani, menyematkan pin emas kepada enam istri gubernur dan 23 istri bupati atau wali kota yang dinilai berprestasi dan sukses melaksanakan tugasnya menjadi Bunda PAUD di daerahnya.

"Bunda berperan penting dalam proses penanaman nilai moral dan agama pada anak, seperti amanah, adil, tanggung jawab, peduli, dan saling menghargai," terang Wury.

Direktur PAUD dan Dikmas, Kemendikbud, Harris Iskandar, menyampaikan apresiasi ini diberikan karena Bunda PAUD berperan penting sebagai lokomotif untuk menggerakkan masyarakat.

Bunda PAUD Provinsi Aceh Dyah Erti Idawati MT yang menerima pin emas mengatakan, penguatan pendidikan berkarakter menjadi fokus utama pihaknya untuk anak didik usia dini dari 0-6 tahun di Provinsi Aceh. "Kualitas PAUD di tingkat Gampong (kampung) di pedalaman masih tertinggal, belum seperti di kota. Ini yang sedang diupayakan untuk diperbaiki," jelas Dyah. (Ant/*/H-3)

BERITA TERKAIT