18 November 2019, 21:35 WIB

Memangkas Struktur BUMN agar Bergerak Cepat


Faustinus Nua | Ekonomi

Antara
 Antara
Toto Pranoto

KEPALA Lembaga Manajemen FEB UI dan pengamat BUMN Toto Pranoto menilai langkah Menteri BUMN Erick Thohir memberhentikan tujuh petinggi BUMN untuk merampingkan struktur di perusahaan pelat merah itu.

Sejauh ini, lanjutnya Kementerian BUMN mempunyai struktur yang gemuk sehingga pengambilan keputasan menjadi tidak efektif dan efisien. Terlebih di periode Jokowi jilid II sudah ditambah 2 wakil menteri (wamen).

"Sudah ada penunjukan 2 wamen, maka fungsi deputi dipangkas. Tujuannya mungkin supaya struktur organisasi lebih ramping, span of control menjadi lebih pendek, sehingga proses eksekusi kebijakan dan proses monitoring evaluasi BUMN juga bisa lebih cepat," kata dia ketika dihubungi, (18/11).

 

Baca juga: 7 Petinggi BUMN Diberhentikan

 

Selain itu, Toto juga menambahkan bahwa penugasan deputi untuk kembali menjadi pejabat di BUMN juga merupakan langkah penyegaran. Menurutnya hal itu supaya para birokrat Kementerian BUMN bisa memiliki pengalaman mengelola korporasi.

"Harapannya pengalaman mereka bisa bertambah sehingga kalau di kemudian hari balik ke birokrasi sudah jauh lebih baik exposure-nya," tuturnya.

Menurutnya, model penyegaran tersebut merupakan hal yang sudah biasa terjadi di Kementerian BUMN. Pada masa-masa menteri BUMN sebelumnya,  hal tersebut lumrah dilakukan.

Presiden Joko Widodo, menurutnya ingin agar BUMN bisa menjadi korporasi yang berdaya saing dan menembus pasar global. Langkah awalnya adalah perbaikan tata kelola di lingkup kementerian tersebut. Ke depan, lanjutnya akan ada perbaikan-perbaikan di tumbuh BUMN guna mencapai visi yang diharapkan Presiden. (OL-8)

BERITA TERKAIT