19 November 2019, 02:40 WIB

Polisi Buru Pelaku Penembakan di California


MI | Internasional

AFP
 AFP
Polisi Buru Pelaku Penembakan di California

SENJATA api kembali memakan korban di Amerika Serikat. Polisi memburu tersangka setelah empat orang tewas dalam penembakan di sebuah pesta di Fresno, California.

Pelaku yang bersenjata melepaskan tembakan setelah memasuki kebun belakang sebuah rumah pada pukul 18.00, Minggu (17/11) waktu setempat.
“Tiga orang tewas di tempat kejadian. Kami akan berusaha keras menangkap pelaku,” ujar Wakil Kepala Kepolisian Fresno, Michael Reed.

Ia menambahkan orang keempat dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis dan kemudian meninggal karena luka-lukanya.

Menurut Reed, belum pasti jumlah pelaku penembakan tersebut. Ia juga belum bisa memperkirakan apakah kejadian itu terkait dengan perang antar gang.

Sedangkan reporter NBC Dennis Va­lera mencuit bahwa korban lainnya berada di rumah sakit dengan beberapa dalam kondisi kritis, sementara yang lain kritis tetapi stabil.

Dia menambahkan bahwa semua korban yang ditembak adalah pria dewasa. Penembakan itu dikabarkan terjadi ketika keluarga dan teman-teman keluarga dengan total 35 orang menonton bersama-sama sebuah pertandingan sepak bola di taman.

Letnan Polisi Bill Dooley mengatakan kepada afiliasi NBC KSEE tidak ada penangkapan yang dilakukan setelah apa yang ia sebut sebagai “penembakan massal” di tenggara kota.

“Para petugas tiba di tempat kejadian, yang kami temukan adalah beberapa orang yang meninggal di halaman belakang,” ungkap Dooley kepada situs berita lokal Fresno Bee.

“Yang kami tahu adalah sedang ada pertemuan, pertemuan keluarga dan teman di halaman belakang,” tambahnya.

“Semua orang menonton sepak bola malam itu ketika tersangka yang tak dikenal menyelinap ke halaman belakang dan melepaskan tembakan,” ujar polisi itu.

Tersangka melarikan diri dari tempat kejadian dan polisi sedang mencari informasi di lingkungan terdekat, sekitar 320 km di utara Los Angeles untuk mencari saksi dan rekaman kamera keamanan.

Choua Vang, yang tinggal di dekat lokasi, menyebut insiden itu adalah kejadian penembakan kedua dalam beberapa pekan terakhir. “Saya jadi takut keluar rumah kalau hari sudah gelap,” ung­kap Vang.

Sebelumnya juga terjadi penembakan di sebuah sekolah di Los Angeles. (AFP/Hym/X-11)

BERITA TERKAIT