19 November 2019, 00:20 WIB

Charlize Theron Membangun Karier dari Karakter yang tidak Disukai


Fathurrozak | Hiburan

AFP
 AFP
Aktris Charlize Theron

AKTRIS peraih Oscar Charlize Theron, 44, kembali dijagokan untuk masuk nominasi melalui film terbarunya, Bombshell. Dalam Bombshell yang dijadwalkan rilis internasional pada Desember ini, Theron berperan sebagai Megyn Kelly, pembawa acara televisi Fox News. Film dokudrama ini mengisahkan skandal pelecehan seksual yang dilakukan pimpinan Fox News and Fox Television Stations Roger Ailes.

Dalam wawancara dengan aktor Adam Driver di Variety, Theron mengaku membangun karier aktingnya dengan memerankan tokoh-tokoh yang mungkin saja tidak disukai. Seperti halnya ketika ia memerankan Megyn Kelly.

"Saya membangun karier dengan bermain sebagai karakter yang tidak Anda sukai. Saya ingat jelas, bekerja dengan George Miller di Mad Max: Fury Road. Ada konsep perempuan menyelamatkan lima perempuan muda. Saya seperti menolak, siapa yang ingin memerankan perempuan yang menyelamatkan semua perempuan lain?" kata Theron dikutip dari Variety dalam sesi wawancara bersama Adam Driver di Actors on Actors yang tayang pada Jumat (15/11).

Ia menambahkan, karakternya dalam film itu tidak selalu melakukan semua aksi penyelamatan dengan alasan yang tepat. Beragam emosi, seperti marah, agresif, dan mementingkan diri sendiri, lanjut Theron, menjadi alasan seseorang mengambil tindakan.

Theron menambahkan, karakterisasi Megyn di Bombshell bisa saja menimbulkan polarisasi yang kontras. "Orang-orang mencintainya atau membencinya. Itulah aturan yang diberikan kepada saya dalam memerkankan Megyn. Saya akan berbohong jika saya mengatakan tidak bisa merasakan pengalaman menjadi perempuan yang berpendapat yang sama terhadap saya. Saya pernah mendengar orang menggambarkan saya sebagai sosok yang dingin, atau keras, atau menyebalkan," ujar Theron yang lahir pada 7 Agustus 1975 tersebut.

Dari trailer dan teaser yang telah dirilis, ada beberapa momen keheningan yang terjadi. Seperti ketika tiga pemeran utamanya berada di dalam lift. Margot Robbie, Nicole Kidman, dan Charlize Theron. Potongan adegan tersebut pun menjadi suatu simbol yang ingin disampaikan seperti untuk menghadirkan suasana ketidaknyamanan yang dilalui korban pelecehan seksual.

"Banyak yang ditulis dengan cara yang tidak spesifik, tetapi pembuat filmlah yang akhirnya memutuskan, apakah itu melalui proses penyuntingan atau memanfaatkan momen," lanjutnya.

 

Membangun empati

Bagi pemain film drama komedi-romantis Long Shot ini, menjadi aktris ialah sepenuhnya mengenai empati terhadap karakter. Selain itu, Theron juga mengungkapkan enggan berlama-lama untuk mendalami salah satu karakter tertentu. Kini, ia menganggap dirinya sudah lebih mampu untuk membedakan saat berperan sebagai aktris, dan saat menjadi dirinya sendiri.

"Jelas diperlukan disiplin bagi saya untuk bisa membedakan kedua hal itu. Saya perlu pemisahan itu karena jika tenggelam terlalu lama di dalamnya, saya menjadi sangat lelah secara emosional. Proses itu sangat sulit. Saya tidak ingin menjadi Megyn Kelly, atau Aileen Wuornos (Monster-2003), atau karakter apa pun yang pernah saya mainkan sebelumnya," tegas pemain Fast and Furious 8 ini.

Menjadi aktris, menurut Theron, menuntut untuk melatih kepekaan berempati. "Sepenuhnya. Dan, ketika Anda berpikir Anda memilikinya, alam semesta akan mengingatkan Anda bahwa Anda perlu bekerja lebih keras untuk itu. Jadi ini jelas merupakan pengingat bagi saya, pada bagian karier saya ini, untuk sekadar berkata, 'Otot itu perlu bekerja sedikit lebih keras'. Megyn Kelly membuatnya sangat menantang bagi saya," pungkasnya. (H-3)

BERITA TERKAIT